Posts tagged love story

Love Story

Coz I miss you..

Do you love me? Coz I miss you..

Kamu suka Love Story?? Tidak? Ya?

Kalau saya? Saya sangat suka ^0^

Berdasarkan negaranya, saya lebih suka film Asia, seperti Jepang, Korea,dan India, tapi film cinta dari Indonesia saya malah tidak suka. Untuk film Hollywood juga terbatas. Hanya beberapa judul, seperti Serendipity, Music and Lyrics, dan Love Actually, serial Gossip Girl (Chuck dan Blair), serta dongeng-dongeng semacam Ella Enchanted dan Cinderella Ever After.

Kenapa? Karena film-film Jepang, Korea dan India cenderung menampilkan cinta penuh dengan perasaan, tidak menonjolkan sentuhan fisik. Tentu sentuhan fisik seperti pelukan dan ciuman ringan tetap ada, dan itu justru mendukung cerita itu sendiri dengan tidak berlebihan. Saya tidak suka film barat karena kebebasan mereka yang ‘lebih’. Bagi saya Love story dan film porno itu berbeda, tapi Hollywood kadang menyatukan itu, itulah yang membuat saya tidak begitu suka. *kayak makan cake pake sambal, jadi merusak rasa 🙂

So, why love story?

Saya bisa ikut merasakan perpisahan dan sulitnya untuk bertemu seperti dalam cerita Friends sambil mengenang hal serupa yang pernah saya alami dulu. Atau kisah cinta yang lucu dalam Too Beautiful To Lie. Bisa juga ikut menangis saat menyaksikan cinta yang sedih dalam Endless Love.
Ingat Kuch Kuch Hota Hai? Berkali-kali ditonton tetap saja bagus 🙂 Atau serial Meteor Garden, Boys Over Flower, dan Hana Yori Dango.

Membuat hati menjadi lebih kaya. Melihat berbagai bentuk cinta yang berbeda, mengenali berbagai macam karakter, ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Menangis ketika sedih, tertawa ketika lucu, tersenyum ketika bahagia. Sungguh menghanyutkan dan sangat indah 🙂

Melalui cerita-cerita tersebut pula saya jadi bisa mengenali lawan jenis. Bagaimana perasaan mereka, bagaimana mereka mencintai dan seperti apa ingin dicintai. Saya jadi lebih bisa menghargai orang yang mencintai saya dan selalu ada untuk saya. Menyadari akan selalu ada sosok Tao Ming Tse, apapun dan bagaimanapun dia, itulah pria yang saya pilih. Dan selalu ada sosok Hua Ze Lei, sosok pria yang sangat mencintai saya yang walau sekuat apapun saya berusaha saya tetap tak bisa membalas cintanya. “You’re like someone sent from the heaven to me like bonus“, kata JanDi di Boys Over Flower.

Karena cinta itu terasa oleh hati, mulut bisa berkata ya atau bisa menolak, atau bisa juga pura-pura tak mau, tapi getaran hati itu tersampaikan. Cinta yang tulus tak kan bisa dikelabui oleh logika.

Aku ingin mencintai
seperti awan menaungi bumi.
Menyejukkan.

Aku ingin dicintai
Seperti merasakan permen gula kapas merah jambu.
Lembut, dan terasa manis.

[041209]

Iklan

Comments (12) »