Membuat Paspor (bag.1)

Uhuuuyyy, sepertinya tahun 2009 ini tahunnya mengurus surat-menyurat buat Bun… Sekarang tiba gilirannya membuat paspor.

Syaratnya gampang, siapkan berkas berikut ASLI dan FOTOKOPI (1 lembar)

  1. KTP
  2. KK (Kartu Keluarga)
  3. Akte Lahir
  4. Ijasah
  5. Surat Nikah (bila ada)
  6. Kalau di KTP tertulis Karyawan, minta surat sponsor, kalau sudah di PHK minta surat pernyataan tidak bekerja. Kalo masih mahasiswa kayak Bun, minta surat pengantar dari kampus masing-masing
  7. Paspor lama di bawa untuk ditukar dengan yang baru

Khusus poin 6, Bunda minta di TU kampus, dengan menyertakan surat permohonan untuk pembuatan surat keterangan untuk keperluan pembuatan paspor dan dilampiri KTM

No 7 adalah poin penting,, Bun sempat kehilangan paspor lama, sampe harus bolak-balik rumah-Kantor Imigrasi. Untung akhirnya ketemu, kalo engga ya harus bikin Surat Keterangan Kehilangan di Kantor Polisi. Males bgt kan…

Lalu alurnya, begitu sampai kantor Imigrasi, beli formulir paspor 48 hal (kalo ga salah yang 24 hal itu untuk TKI),, harganya 7000 rupiah saja.

Isi formulir, dan sertakan dokumen diatas, asli dan fotokopinya. Serahkan ke loket penerimaan formulir.

Tunggu sebentar, nanti nama Anda akan dipanggil petugas. Kalo syarat-syaratnya sudah oke semua, petugas akan memberikan Tanda Terima Permohonan, disitu ada tanggal dan jam kapan Anda harus datang lagi ke Kantor Imigrasi. Kalo Bun disuruh datang 3 hari kemudian, dengan membawa surat keterangan dari kampus (soalnya dari awal belum tau kalo harus bawa surat tersebut, jadi boleh disusulkan).

Kata petugasnya sih, 3 hari lagi itu untuk bayar (270rb), foto dan wawancara.

Iklan

Comments (9) »

Mari Menabung di Bank BPD

Mulai November ini, karyawan Kantor Pusat UGM diwajibkan menerima gaji melalui Bank BPD DIY. Berhubung Bunda kemaren statusnya menggantikan teman, jadi di SKnya yang tertulis bukan nama Bunda. Dengan demikian Bunda ga bisa membuat rekening di BPD secara kolektif dari kantor.

Solusinya adalah membuat rekening pribadi dulu, trus dengan surat kuasa baru penerimaan gaji dimasukkan ke rekening Bunda.

Jadilah hari ini Bun menuju kantor Bank BPD DIY yang terletak di deket samsat DIY (nama daerahnya apa sih??lupa,hehe). Kesan pertama,, hmmm, luas, adem, dan kursi tunggunya itu lho, sofa, empuuukkk bgt ^^

Ga lama nunggu, Bun langsung dilayani oleh CS-nya, dan jadi deeh, punya rekening di BPD.

Plusnya :

  1. Potongan tabungan Simpeda cuma 3000/bulan, udah sama butab (buku tabungan) dan ATM, bandingkan dengan Mandiri yang mencapai 8000-an
  2. InsyaAllah dana dibawah 2M masih dijamin LPS(Lembaga Penjamin Simpanan)
  3. ATM Bersama, dan sudah ada jaringan BPD Net Online, jadi bisa setor dari bank BPD lain
  4. Karyawatinya berbatik dan berkebaya,wew… Dan berbahasa Jawa di kantor (haloooo, emang ini kampungnya orang Jawa geto,haha) Enggak2, hanya saja, jadi berasa banget kalo lagi di Jogja
  5. Ada snack dan minuman (teh, kopi),, nah, ini yang asyik banget! enak2 lagi 😀

Minusnya :

Pas lagi ngelayanin Bun, CS-nya sambil ngobrol gitu ma temennya. Trus pas Bun lagi ngejelasin, mimik muka mbaknya langsung menampakkan raut “lo-ngomong-apa-gw-ga-ngerti”. Ga prof banget deh pokoknya. Beda banget sama CS-nya bank Mandiri, yah mungkin dia belum paham SOP-nya kali,wakaka…

Comments (5) »

Yihaaaa, akhirnya Bunda punya KIPEM

Dalam rangka mengurusi mutasi motor ke wilayah Sleman, salah satu syaratnya adalah memiliki KTP/KIPEM wilayah tujuan. Berhubung bikin KTP bakal ribet karena perlu KK segala, akhirnya Bun memilih untuk bikin KIPEM aja,,,

nah, Bun mau bagi-bagi pengalaman saat ngurus KIPEM di wilayah Depok, Sleman.

Begitu mau mengurus surat-surat, yang ada di pikiran kita pasti yang pertama : birokrasi, bertele-tele, lama. Dan yang kedua : pake duit!
Awalnya Bun juga mikir gitu dan sempat mau minta tolong satpam perumahan aja. Tapi akhirnya berubah pikiran dan pengen ngurus sendiri aja.

Jadilah akhirnya Bun meluangkan waktu di hari sabtu, start jam 8. Jangan lupa, semuanya diawali dengan niat yang baik ya, Bismillah, jangan langsung sebel duluan dan berpikir bakal dipersulit dll.. Semua yang sebel-sebel itu kamu denger dari pengalaman orang, jangan sebel dulu sebelum mencoba sendiri.

  1. Pertama, kita butuh surat pengantar dari RT. Dari tetangga tau kalo rumah RT di kampung belakang. Ok, meluncuuur… Ketemu Pak RT, ngobrol-ngobrol dikit,, ngisi formulir.. dan jangan lupa masukin duit ke kotak amal sumbangan,, 5000 rupiah
  2. Abis itu menuju ke rumah RW, minta tanda tangan Pak RW, kotak amal sumbangan lagi, 5000 juga
  3. Setelah RW ke rumah Pak Dukuh,, digedor-gedor ga ada yang bukain,, ternyata Pak Dukuhnya lagi nyuci 😀 Akhirnya pintu dibuka dan terciumlah harum semerbak Pak Dukuh lengkap dengan batiknya,, ngisi formulir lagi, dan dapet tanda tangan,, kali ini nyumbang 1000 aja deh 😀
  4. Setelah semuanya lengkap, menuju Kantor Kelurahan. Mungkin karena hari sabtu, jadinya sepi, hanya ada satu orang yang ngantri (asyiiiik,,,^^). Masukkan surat di keranjang, surat di proses, ambil pengantar ke Camat,, bayar 5000 lagi
  5. Terakhir, Kantor Camat Depok yang baru,, yang deket perempatan Gejayan itu lho,,, lumayan rame,,, masukin berkas, bayar 2000 rupiah saja, dan disuruh ngambil KIPEM sesuai tanggal yang tertera
  6. sekitar 2 sampai 3 hari kemudian, tinggal ambil KIPEMnya. Jadi deeeeh,,,silakan dinikmati 😀

Ohya, jangan lupa siapin fotokopi KTP dan foto (hitam putih), lupa tepatnya berapa, tapi siapin aja 3,,kalo ga salah fotokopi KTP diminta pas di dukuh, dan foto pas di kecamatan

Total Jendral :
5000 + 5000 + 1000 + 5000 + 2000 = 18000

Alhamdulillah, dengan hati yang bersih, niat yang tulus pengen ngurus sendiri, makan waktu 2 jam saja dengan modal 18rb (mestinya sih cuma 7rb *5rb di kelurahan sama 2rb di camat*), dan bisa kenal sama Pak RT dll…, akhirnya KIPEM Bunda jadi juga.

Comments (1) »

Cukup Bunda saja….

D
De
Dhe
Dewi
Dewin
Dewinda
Ayuk
Bos
Bostin
Wien
Winda
Whiendha
Wiwin
Wiwit
Wienz
Wienzy
Tiwi
Mami

sudah
..
..
cukup
..
..

Saya lelah terlalu banyak nama kecil untuk saya,,

Sekarang,,

cukup “Bunda” saja ya ^o^

Comments (6) »

Tips Mengelola Keuangan

Anda selalu dipusingkan masalah keuangan? Dalam hal ini Anda merasa tidak bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran Anda dengan baik dan Anda ingin terbebas dari kondisi tersebut?

Saya bukan ahli keuangan, semua yang akan saya tulis disini berdasarkan apa yang pernah baca dan saya alami.

Langkah pertama,
Jika Anda sudah benar-benar yakin untuk keluar dari masalah keuangan Anda, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencatat. Yak, mencatat! Lebih tepatnya mendata kondisi keuangan Anda saat ini.

Lalu, apa saja yang perlu Anda catat?
Bagian 1, pengeluaran:
1. Hutang-hutang
2. Tagihan-tagihan yang harus segera dilunasi
Catat berapa jumlahnya, dan prioritaskan mana yang paling dulu harus dilunasi

Bagian 2, pemasukan:
1. Piutang, bila ada
2. Pemasukan pasti per bulan (gaji)
3. Pemasukan tidak pasti

Sekarang Anda sudah mengetahui kondisi keuangan Anda.

Langkah kedua,
Bayar semua hutang Anda dan jangan menunggak tagihan. Jika Anda tidak bisa melunasinya dengan cash, maka cicillah. Apabila memang diperlukan beberapa bulan untuk melunasinya, maka biarkan selama beberapa bulan itu hidup Anda ‘irit cenderung pelit’ untuk sementara. Contoh, Anda punya gaji 1jt/bulan. Sisakan 100rb untuk ditabung, 700rb untuk hidup sehari-hari, dan sisanya untuk melunasi hutang-hutang Anda. Jika memang terpaksa, porsi untuk membayar hutang diperbanyak dulu untuk sementara.

Langkah ketiga,
Seharusnya Anda merasa sangat senang jika masuk tahap ini. Kenapa? Karena sekarang beban hutang Anda sudah lepas. Yakinlah, mulai sekarang Anda akan bisa merencanakan keuangan Anda dengan lebih baik. Mulai tahap ini Anda bisa membagi gaji Anda per bulan. Saya kurang tahu ilmu ekonominya, tapi kalau saya pribadi yang pertama saya lakukan ketika menerima gaji adalah:
1. Menyisihkan untuk tagihan bulanan, listrik, telepon, dan iuran perumahan. Uang ini tidak bisa diganggu gugat, dan langsung dibayarkan.
2. Sisanya dibagi 3, porsi terbesar dari sisa, sekitar 70% untuk biaya hidup sebulan, 20% untuk ditabung, dan sisanya untuk “bersenang-senang”, bisa untuk menonton, membeli buku, ke salon. Tentu pengeluaran untuk “bersenang-senang” ini tidak melulu akan dipakai tiap bulan, maka jika tidak terpakai bisa untuk jatah “bersenang-senang” bulan berikutnya atau ditambahkan ke porsi tabungan.
Dengan kata lain, Anda punya 2 jenis tabungan (kalau saya, saya menyimpannya dalam 2 rekening)
1. Tabungan yang bisa diganggu gugat, isinya uang tagihan,uang sehari-hari,dan uang untuk bersenang-senang.
2. Tabungan yang tidak bisa diganggu gugat.

Untuk ke depan, jika kelak saya sudah berumah tangga atau setidaknya saat sudah mempunyai penghasilan yang lebih besar, idealnya saya memiliki 3 jenis simpanan:
1. Untuk hari-hari, sama dengan poin 1 bagian sebelumnya (tabungan yang bisa diganggu gugat)
2. Tabungan untuk hal-hal mendadak, hanya boleh diambil pada saat mendesak, misalnya ketika ada anggota keluarga yang masuk rumah sakit, dll.
3. Tabungan jangka panjang, yang tidak bisa diganggu gugat. Mungkin untuk membeli rumah, kendaraan, atau untuk dana kuliah anak kelak.

Perlu dicatat, hal-hal diatas baru bisa tercapai dengan beberapa kondisi :
1. Anda harus memiliki pemasukan yang PASTI per bulan.
2. Anda harus melatih diri untuk memilah mana yang benar-benar Anda butuhkan atau sekedar Anda inginkan
3. JANGAN PERNAH menunda untuk membayar tagihan dan hutang

Comments (12) »

.:bunda:.

Menurut Anda, diantara beberapa profesi berikut, manakah yang paling butuh persiapan?
Pengacara.
Dokter.
Ilmuwan.
Politikus.
Pengusaha.


Ibu.

Ibu??? yap Ibu!

Bagi saya, profesi yang paling berat dan butuh persiapan matang adalah seorang Ibu. Seorang wanita, dipersiapkan sedari kecil, dan akan terus ber’sekolah’ seumur hidupnya untuk menjadi seorang Ibu. Semua yang ia lihat, ia pelajari, akan ia berikan pada anak-anaknya kelak. Ia akan menjadi karyawan sukarela seumur hidup.

Dulu saya selalu bertanya pada diri sendiri, kenapa saya begitu antusias untuk bisa menguasai banyak hal. Berenang, menjahit, menyulam, bikin kue, les bahasa ini dan itu, dapat mengendarai sepeda-motor-mobil, bahkan instalasi listrik, dll. Atau kenapa saya begitu antusias memperbanyak pengalaman, rafting, caving, naik-turun gunung, pergi ke tempat baru(dengan atau tanpa teman), dan tidak pernah berhenti memiliki impian-impian.

Mengapa?? Saya selalu bertanya. Apakah kelak saya akan punya profesi yang butuh semua kemampuan ini?? Karena saya termasuk orang yang percaya bahwa ilmu atau pengalaman itu tidak akan pernah sia-sia, entah sekarang atau nanti, pasti akan ada manfaatnya. Dan akhir-akhir ini tiba-tiba terpikir, ya, inilah maknanya.

Maka itu, menurut saya, menjadi seorang perempuan, haruslah menimba ilmu sebanyak-banyaknya.

Bagaimana akan melarang anak kebut-kebutan, padahal Ibunya ga bisa naik motor, dan ga tau asyiknya mengendarai kendaraan dalam kecepatan tinggi??
Bagaimana melarang anak naik gunung, padahal Ibunya selangkah pun tidak pernah menginjakkan kakinya di gunung manapun? Atau minimal Ibu tau dengan mencari, membaca dan bertanya.
Bagaimana mengarahkan anak untuk tidak memakai narkoba, jika sang Ibu sendiri tidak pernah aktif mencari tau apa bahayanya narkoba.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, akan ada pendekatan dan ilmunya, tentunya sesuai dengan taraf ilmu dan dedikasi Si orang tua pula. Menjadi orang tua, kita akan menjadi tim penilai. Menganalisa kira-kira anak kita akan mampu ikut kegiatan ini atau tidak, baikkah berteman dengan orang ini atau tidak. Memberi penilaian yang objektif. Dan apapun hasil penilaian itu, agar jangan sampai merugikan Sang Anak sendiri.

Seorang Ibu harus canggih, bisa pake google, atau rajin baca koranlah minimal. Seorang Ibu harus pintar. Jika bisa memiliki Ibu yang bisa mencapai doktor, kenapa tidak mungkin anaknya akan terpacu juga.

Dan menurut saya, orang tua haruslah kaya, atau setidaknya membiarkan uang bekerja untuk mereka (bukan mereka menjadi budak uang), agar dapat membiayai kehidupan, termasuk didalamnya pendidikan anak setinggi mungkin. Tentu, bukan tidak mungkin agar dapat membaktikan uangnya dalam kegiatan sosial. Berbagi dengan sesama.

Kenapa dari tadi saya tidak menyebut-nyebut ‘profesi’ istri?
Karena kita wanita, adalah Ibu bagi siapapun, bukan hanya anak-anak kandung kita. Kita ikut bertanggung jawab untuk memberi pendidikan dan contoh teladan yang baik bagi setiap orang. Sedangkan istri, tentu kita tidak bisa menjadi ‘istri bagi semua orang’ kan? 🙂

Menjadi Ibu, tidak akan pernah mudah. Ia akan menjadi guru dan teman selama 24 jam non stop. Sekali kita lengah dan salah mengarahkan, anak-anak akan jatuh terperosok.
Menjadi Ibu, adalah tanggung jawab seumur hidup. Tidak akan ada kata “saya lelah menjadi Ibu, mengurusi ini dan itu, saya mau libur dulu”.
Menjadi Ibu, adalah salah satu bagian dari madrasah seumur hidup, yaitu kehidupan itu sendiri. Profesi yang mulia ini janganlah dijadikan profesi sampingan, dimana porsinya sebagian besar digantikan oleh baby sitter atau pembantu.
dan satu lagi, menjadi Ibu, adalah karunia terbesar yang dianugrahkan Allah kepada seluruh perempuan di muka bumi ini, maka hargailah itu.

Comments (15) »

Are you a smartworker??

Artikel ini saya temukan di majalah Chic edisi tanggal 28Feb-13Mar 2007.
Isinya bagus, setidaknya untuk saya 🙂 Makanya saya mau share disini.

Hardworker
ciri-cirinya :
– menyelesaikan pekerjaan dengan waktu lebih dari 45 jam dalam seminggu
– mengerjakan tugas satu per satu
– mendahulukan tugas yang lebih mudah atau yang dianggap penting
– kurang memanfaatkan teknologi dalam bekerja
– tidak efisien dalam manajemen waktu

Smartworker
ciri-cirinya :
– membutuhkan waktu kurang dari 40 jam
– mengerjakan tugas secara multitasking
– dapat membedakan mana tugas yang urgent dan important
– sangat memanfaatkan teknologi
– sangat efisien dalam menggunakan waktu

Which one are you??

Lalu, strategi apa saja untuk menjadi seorang smartworker??

    Fokus! Kurangi hal-hal yang mengganggu perhatian.
    Contohnya jauhkan majalah, tutup plurk dan facebook :), pasang icon busy di status chat Anda.
    Hindari menunda pekerjaan, dan lakukan secara multitasking.
    Yak, mungkin terdengar aneh, tapi mengerjakan tugas secara bersama-sama justru akan membuat pekerjaan itu lebih cepat selesai.
    Gunakan teknologi secara bijak. Pakai mesin pencari untuk mempermudah pekerjaan. Gunakan Internet seperlunya untuk mempercepat selesainya tugas-tugas.

Tambahan:

    Buat target hari ini. Buat perencanaan/agenda apa-apa saja yang ingin Anda kerjakan hari ini.
    Kondisikan waktu Anda. Jika punya jam kerja 8 jam. Pastikan 1 jam untuk browsing(plurk/facebook), 1 jam istirahat, dan sisannya untuk bekerja. Selain slot waktu yang telah ditetapkan, hindari melakukan hal yang bukan dalam slot waktu tersebut.

Perlu diingat, semakin banyak waktu untuk mengerjakan satu tugas, itu berarti Anda semakin tidak efisien dalam manajemen waktu Anda. Cobalah mengurangi jam kerja dengan bekerja lebih efisien dan menyusun strategi yang matang.

Hmm… patut dicoba nih ^-^

Comments (8) »