Dia (1)

Aku pernah mengenal seseorang
Orang yang amat sangat sederhana
Uang sakunya sepertiga bahkan sampai seperlimabelasku diawal dulu
Hidupnya prihatin, tapi tak menghalanginya meraih cita-cita

Dia menyayangiku dalam diam
Membantuku tanpa bilang, hingga membuat aku tertegun tak percaya
Kali lain, ia menyatakan bahwa aku cantik didepan puluhan orang
Yang lain berkata, apa iya??

Cintanya tak pernah terucap
Senyumnya selalu membekas
Ingin kukatakan aku masih mengingat semuanya walau hanya dalam hati saja

Tidak, ini bukan romansa berbalas hati
Ini sebuah kisah singkat saja
Perbedaan kami terlalu syari
Tapi apakah ada batas dalam menyayangi?

Kini ketika kupeluk dua lelaki kecilku, kubisikkan pada mereka, mencintailah seperti itu nak. Bukan untuk memuaskan nafsu. Bukan untuk dirimu.
Tapi untuk melihat dia bahagia.
Dan bahwa Tuhan ada di atas segalanya.

Bahwa ketika kita memutuskan memilih Tuhan, kita tak kan kehilangan suatu apapun.

Bogor, 30112014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: