Yihaaaa, akhirnya Bunda punya KIPEM

Dalam rangka mengurusi mutasi motor ke wilayah Sleman, salah satu syaratnya adalah memiliki KTP/KIPEM wilayah tujuan. Berhubung bikin KTP bakal ribet karena perlu KK segala, akhirnya Bun memilih untuk bikin KIPEM aja,,,

nah, Bun mau bagi-bagi pengalaman saat ngurus KIPEM di wilayah Depok, Sleman.

Begitu mau mengurus surat-surat, yang ada di pikiran kita pasti yang pertama : birokrasi, bertele-tele, lama. Dan yang kedua : pake duit!
Awalnya Bun juga mikir gitu dan sempat mau minta tolong satpam perumahan aja. Tapi akhirnya berubah pikiran dan pengen ngurus sendiri aja.

Jadilah akhirnya Bun meluangkan waktu di hari sabtu, start jam 8. Jangan lupa, semuanya diawali dengan niat yang baik ya, Bismillah, jangan langsung sebel duluan dan berpikir bakal dipersulit dll.. Semua yang sebel-sebel itu kamu denger dari pengalaman orang, jangan sebel dulu sebelum mencoba sendiri.

  1. Pertama, kita butuh surat pengantar dari RT. Dari tetangga tau kalo rumah RT di kampung belakang. Ok, meluncuuur… Ketemu Pak RT, ngobrol-ngobrol dikit,, ngisi formulir.. dan jangan lupa masukin duit ke kotak amal sumbangan,, 5000 rupiah
  2. Abis itu menuju ke rumah RW, minta tanda tangan Pak RW, kotak amal sumbangan lagi, 5000 juga
  3. Setelah RW ke rumah Pak Dukuh,, digedor-gedor ga ada yang bukain,, ternyata Pak Dukuhnya lagi nyuci😀 Akhirnya pintu dibuka dan terciumlah harum semerbak Pak Dukuh lengkap dengan batiknya,, ngisi formulir lagi, dan dapet tanda tangan,, kali ini nyumbang 1000 aja deh😀
  4. Setelah semuanya lengkap, menuju Kantor Kelurahan. Mungkin karena hari sabtu, jadinya sepi, hanya ada satu orang yang ngantri (asyiiiik,,,^^). Masukkan surat di keranjang, surat di proses, ambil pengantar ke Camat,, bayar 5000 lagi
  5. Terakhir, Kantor Camat Depok yang baru,, yang deket perempatan Gejayan itu lho,,, lumayan rame,,, masukin berkas, bayar 2000 rupiah saja, dan disuruh ngambil KIPEM sesuai tanggal yang tertera
  6. sekitar 2 sampai 3 hari kemudian, tinggal ambil KIPEMnya. Jadi deeeeh,,,silakan dinikmati😀

Ohya, jangan lupa siapin fotokopi KTP dan foto (hitam putih), lupa tepatnya berapa, tapi siapin aja 3,,kalo ga salah fotokopi KTP diminta pas di dukuh, dan foto pas di kecamatan

Total Jendral :
5000 + 5000 + 1000 + 5000 + 2000 = 18000

Alhamdulillah, dengan hati yang bersih, niat yang tulus pengen ngurus sendiri, makan waktu 2 jam saja dengan modal 18rb (mestinya sih cuma 7rb *5rb di kelurahan sama 2rb di camat*), dan bisa kenal sama Pak RT dll…, akhirnya KIPEM Bunda jadi juga.

1 Response so far »

  1. 1

    Jill Shields said,

    Metalmomshop: 1. Tentukan mau berusaha di bidang apa? Kalau bisa sih yang kita sukai. Jangan ikut-ikutanan menjual suatu barang karena alasan menguntungkan. Tapi jual karena kita memang menguasai dan cinta produk itu. (contoh: jualan tas dan sepatu kerena merasa titisan Carrie Bradshaw). 2. Usaha itu nggak bisa setengah-setengah, butuh totalitas. Jadi kalau ingin terjun usaha, harus siap dengan segala kemungkinan yang bisa bikin jantungan (contoh dibajak, saingan usaha, disikut kanan-kiri). Jangan cepat menyerah dan putus asa, harus kreatif (bukan menjiplak), selalu original, kalau bisa jangan berpikir bagaiman caranya mendapatkan untung besar dalam waktu singkat. Rintis dari yang kecil, sampai berbuah besar. 3. Bagi ibu yang bekerja: sebelum berhenti, buat perencanaan detail. Kalau ingin bikin produk sendiri, cari sumber bahan bakunya, biaya produksi, teknik pemasaran dengan lengkap. Semuanya dengan detail. Mulai jalankan pelan-pelan, kalau prospek sudah bagus (hitungannya 2-3 tahun ke depan ya), pemasukan sudah mulai jelas … bisa mulai say good bye dengan pekerjaan sebagai karyawan. Tapi ingat, saat Anda memasuki dunia usaha, tidak ada penghasilan tetap. Jadi mungkin bisa naik-turun sesuai kondisi pasar. Harus pintar mencermati pengeluaran. 4. Selalu yakin🙂 dan lakukan wirausaha untuk ibadah. Usaha dari rumah sambil dekat buah hati itu menyenangkan lho.


Comment RSS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: