Lawu : Selamat menempuh hidup baru, Winda!

Wah winda..selamat selamat..**
Selamat menempuh hidup baru..ehem

Tidak saya kurangi atau lebihkan, itulah isi sms yang saya terima ketika baru saja mendapat sinyal, setelah selama 30 jam berada di Gunung Lawu. Entah apa maksud sang pengirim, tapi tiba-tiba saya merasa ‘kena’ banget dengan kata-kata itu. Kata-kata yang saya renungkan selama perjalanan pulang dari Cemoro Sewu ke Jogja.

Kenapa?

Karena setelah saya renungkan, kata-kata itu tidak selalu harus diucapkan kepada orang yang baru saja menikah. Bagi saya, kata-kata itu punya arti yang lebih dalam. Banyak hal besar yang merubah hidup saya, contoh, kelahiran Naya (adik terkecil saya), menolak kuliah di Malaysia, memutuskan untuk tinggal di Jogja, memutuskan untuk bekerja sambil kuliah, memutuskan untuk menanti (bukan mencari) siapakah gerangan kelak orang yang akan saya dampingi, dll. Saat-saat itulah yang patut saya ucapkan pada diri saya sendiri, “Selamat menempuh hidup baru, Winda”.

Yang terbaru adalah memutuskan untuk naik gunung.

Maka jadilah sabtu kemarin kami bersembilan, saya dan 6 orang teman swadaya Ilkom yang sudah saya anggap saudara : Amru, Aldi, Ale, Budi, Ahmad dan Yudha, plus Bagus dan Nera, memutuskan untuk mendaki gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dari sembilan orang itu, yang sudah berpengalaman cuma Amru, Bagus dan Nera. Sabtu 14 Juni 2008, jam 6 pagi kami naik Prameks ke Solo, setelah makan sebentar, perjalanan dilanjutkan ke Cemoro Kandang dengan mencarter mobil (biaya 250rb).

Masuk ke Cemoro Kandang bayar 3500/orang. Setelah berdoa dan bersiap-siap +/-jam 10 kami memulai perjalanan. Subhanallah, ini karena memang kurang persiapan fisik, baru jalan sedikit sudah ngos-ngosan😀. Apalagi ketika melihat tanjakan. Alhamdulillah antara base camp ke pos 1 tidak ada kendala berarti. Sampai di pos 2 kami istirahat dan sholat (semuanya masih baik-baik saja). ‘Siksaan’ dimulai selama perjalanan dari pos 2 ke pos 3:). Jalannya mendaki terus dan jauuuuuh sekali. Ada beberapa jalan tembus (yang kami sebut short cut^^), cukup membantu, tapi capek banget. Karena banyak pemula, perjalanan kami sedikit tersendat-sendat. Ketika sampai di pos 3 sekitar pukul 4 sore, kami bertemu pendaki dari Jakarta yang baru naik jam stgh 2. Jadi kami dari basecamp ke pos 3 = 6jam, mereka = 2,5 jam😀.

Walaupun hari sudah sore, kami tetap memutuskan terus ke pos 4. Sempat terjadi insiden kehilangan Yudha, suara gemuruh angin, perjalanan di dalam gelap di tepi tebing dimana arah menjadi tidak jelas, serta Ahmad yang agak sakit. Namun semua itu terbayar dengan pemandangan indah kota Solo kala malam. Bukan hanya Solo, tapi Kab.Karang Anyar, serta nun jauh disana Gunung Merapi dan Merbabu terbentang di hadapan kami. Lampu-lampu bagaikan bintang yang bertaburan di daratan yang jauh di bawah kami. Subhanallah…

Di pos 4 kami mendirikan kemah. Jam stgh 3 subuh kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Masih ditemani gemerlap ribuan lampu di bawah, dan kerlip bintang di langit. Sempat agak khawatir melihat kondisi Ahmad, dan kondisi perjalanan dalam gelap serta terus mendaki. Namun semua terbayar ketika mencapai puncak Hargo Dumilah. Memang sunrisenya tidak seindah yang kami harapkan, tapi kepuasan, apalagi disuguhi pemandangan Merapi-Merbabu, Sindoro-Sumbing-Slamet di barat serta gunung-gunung di timur, juga Telaga Sarangan, saya hanya bisa mengucap Subhanallah… Betapa kecil hamba ini ya Allah…

Jam 8 kami turun. Perjalanan pulang melalui Cemoro Sewu ternyata ‘sangat menyiksa’. Tangga batu yang sudah disusun amat sangat membuat kaki pegal. Saya hanya bisa tertawa melihat saya, Aldi dan Budi(tiga manula turun gunung) berjalan begitu pelan karena kaki sudah tak sanggup melangkah dengan benar. Saya juga ‘terpaksa’ merepotkan Amru dan Aldi sebagai pegangan (mwakaciiih^^).

Namun, keindahan yang ditawarkan sungguh Subhanallah… Antara puncak dan pos 4, Jawa Timur terbentang di depan kami. Sungguh suatu mahakarya Allah yang luaaar biasaa.. Tak terkatakan indahnya.., ditambah adanya padang Edelweis walaupun masih berupa kuntum. Dalam hati saya berharap, suatu saat saya akan sampai ke Semeru yang saya lihat nun jauh di depan sana. Satu lagi yang indah adalah perjalanan dari pos 1 ke basecamp, di kanan-kiri bunga serta kebun sayur membuat saya merasa di alam mimpi. Diiringi kabut, perjalanan hari itu sungguh menciptakan rasa cinta baru yang bersemi di hati saya. Betapa saya jatuh cinta pada tempat ini, setitik surga yang Allah perlihatkan..

Banyak hal yang tidak terucap yang saya pelajari hari ini. Suasana menyenangkan, dengan orang-orang yang menyenangkan dan selalu bersemangat. Hanya bisa berterimakasih pada cinta yang tak terucap, namun terasa begitu hangat🙂

Dengan badan yang dekil, dengan sejuta sensasi yang tak terkatakan, dengan kaki yang sakit saking lelahnya, dengan potongan-potongan mozaik gambar yang hanya bisa saya rekam dalam benak, saya bawa pulang semangat ini. Dengan kerendahan hati, saya selalu berharap agar menjadi orang yang lebih baik. Maka, selamat menempuh hidup baru, Winda!😀

13 Tanggapan so far »

  1. 1

    aldi aichan said,

    wah…si nenek sudah langsung nge-blog….hehehe

  2. 2

    amru said,

    Dewi bersemangat sekali, sudah langsung posting…, haha.. amru pulangnya habis checking langsung… tidur..
    “Selamat menempuh hidup baru, Winda”
    Semangat!!

  3. 3

    mail said,

    wah wah anda tetep tampil prima *penghalusan dari cantik :p
    ndak seperti saya tempo hari naik ke lawu..sampai puncak sudah mawut mawut_:d

  4. 4

    mail said,

    owe_ kemarin di perjalanan pulang (yogya-surabaya)
    aku liat pucuk punung, saya ndak tau gunung apa itu..?

    pucuk gunung itu benar-benar berdampingan dengan pesawat yang saya tumpangi, pikir saya kok tinggi banget ya ? gunung apa kah itu ?

  5. 5

    amru said,

    Banyak hal yang tidak terucap yang saya pelajari hari ini. Suasana menyenangkan, dengan orang-orang yang menyenangkan dan selalu bersemangat. Hanya bisa berterimakasih pada cinta yang tak terucap, namun terasa begitu hangat

    setuju banget…. !!
    foto2nya juga keren2..

  6. 6

    bedjho said,

    @amru
    cinta yang tak terucap? hehehhe …

    @winda
    selamat lah … ehehhehe

  7. 7

    aldi aichan said,

    nenek winda…tunggu video mesra lo waktu bersama nak amru yah..wekekekek

  8. 8

    bedjho said,

    @aldi
    masukkan ke youtube aja .. hehehhe😀

  9. 9

    paris said,

    @aldi, bedjo : ngga mudeng, pada ngomongin apa sie …

    apakah saya melewatkan sesuatu ???

  10. 10

    Salam Kenal Dari Teknik Geologi UGM 2007.
    Masukin di blogrollnya ya. Thanks a lot.

  11. 11

    saidedwin said,

    kayaknya seru juga ya. sebenernya mau ikut tapi ga ada yang ngajak. udah lama aku ingin mencoba tantangan tertinggi.

  12. 12

    Yg dr Jakarta gila kali yach, aku aja paling cepet 2 jam br Pos II. Sdh ngos2an ke Pos III gk sanggup 30 menit. Lawu is beautiful.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: