Ayat Ayat Cinta

Ada yang sudah nonton Ayat-Ayat Cinta??

Ayat Ayat Cinta

Saya sudah. Saya bertanya kepada beberapa teman bagaimana pendapat mereka tentang film ini. Tentu ada yang pro dan ada juga yang kontra. Ada yang bilang bagus, ada yang bilang keburu males nontonnya, ada yang bilang Subhanallah, ada juga yang bilang terlalu banyak porsi cintanya.

Sekarang dari pendapat saya, jujur, pada sepertiga pertama film saya cukup kecewa karena merasa ada esensi yang hilang dari film tersebut. Imajinasi yang terbentuk di kepala saya setelah membaca bukunya berbeda dengan setelah menonton filmnya. Namun ada beberapa hal yang out-of-expectations, seperti : ternyata Rianti cocok dengan peran Aisha (setelah sebelumnya saya sempat kecewa mengingat performance Rianti sebelum film tersebut). Logat asingnya yang bagus, dan suaranya yang begitu halus, serta peran yang dimainkan sebagai seorang istri yang sangat ikhlas dan berjiwa besar cukup membuat saya kagum. Maria sendiri begitu cantik dan lucu. Namun untuk Fahri sendiri menurut saya terlalu ganteng untuk diperankan oleh Fedy Nuril🙂 Sayangnya teman-teman Fahri tidak terlalu dieksplor lebih jauh, mungkin inilah bedanya dengan di buku, di film mau ga mau harus ada bagian yang dikurangi demi belenggu bernama durasi (yap, bagi saya, durasi = belenggu)

Dari segi lokasi sendiri, pertama kali menonton saya sempat berharap lokasinya terlihat real, seperti pada film-film Hollywood. Pada awalnya saya melihat settingnya seperti di sinetron saja, terlalu mendongeng. Tapi setelah menonton lebih jauh, saya baru sadar, bahwa kesemuanya itu merupakan satu paket yang dikemas sempurna. Keindahan, keindahan, dan keindahan, baik dari theme song, view, maupun kekuatan kata-kata, itulah yang ditawarkan. Saya suka adegan Fahri dan Maria berbicara tentang jodoh di jembatan di atas sungai Nil (bahwa Nil dan Mesir adalah jodoh), dan adegan yang paling berkesan bagi saya adalah ketika Fahri di penjara, ketika seorang tahanan lain -yang menurut saya merupakan simbol dari nurani kita- memukul kesadaran Fahri dan mengingatkan tentang sabar dan ikhlas. Subhanallah.

Menurut saya, bagus tidaknya sebuah film dapat di ukur dari ekspektasi awal kita menontonnya. Khusus untuk AAC, anda mau menonton film tentang syiar Islam, tentang cinta, tentang kesabaran, atau apa?? Ada orang yang telah memilih apa yang akan dilihatnya dari sebuah film, tapi ada banyak orang yang juga memilih melihat apa yang akan disajikan.

Pribadi saya, Hanung Bramantyo telah sangat bagus menuangkan AAC dalam versi ‘cinta’ dengan ‘ayat-ayat’ sebagai pelengkapnya. Mungkin Mas Hanung ini ingin agar filmnya lebih dapat diterima oleh berbagai kalangan dan sedikit lebih komersil, mengingat ada 2 agama, dan ada beberapa suku bangsa di dalam cerita tersebut. Jadi tidak bisa menampilkan dari sudut pandang Islam saja, atau Indonesia saja. Kalau ada yang berekspektasi lain, mungkin kelak bisa dibuat AAC versi lain, misalnya versi syiar Islam.

Ambil yang baik, buang yang buruk. Bukan kita yang membuat ceritanya, bukan kita pula yang menjadi sutradaranya, kita hanya penonton, penikmat. Posisi kehormatan itu membuat kita menjadi penilai yang bisa mengatakan apa saja tentang suatu film. Jika memang yang kita harapkan tidak tertuang dalam film tersebut, maka ambil saja hal lain. Toh tujuan utama menonton film adalah untuk refreshing sekaligus melihat dari view berbeda.

Overall, menurut saya film ini bagus dan menyentuh, terutama untuk orang-orang yang sedang belajar ikhlas dan sambil jalan sambil cari jodoh seperti saya🙂

7 Tanggapan so far »

  1. 1

    fahmi said,

    A nice review.. I agree with u.. Take the positive aspect..

    Ambil yang baik, buang yang buruk. Bukan kita yang membuat ceritanya, bukan kita pula yang menjadi sutradaranya, kita hanya penonton, penikmat. Posisi kehormatan itu membuat kita menjadi penilai yang bisa mengatakan apa saja tentang suatu film. Jika memang yang kita harapkan tidak tertuang dalam film tersebut, maka ambil saja hal lain.

  2. 2

    fajar2908 said,

    Mengapa pemain pilem ayat ayat cinta tidak diambilkan dari ikhwan/akhwat yang bener-bener menjaga pergaulannya dan hijab?(menanggapi komentar teman lain yang mengatakan pemain pilenya, islamnya dipertanyakan). Karena jika diambilkan dari ikhwan/akhwat, tidak bisa beradegan tanpa jilbab ataupub bergandengan tangan antara suami istri (fahri dan aisyah) masak suami istru tidak pernah saling sentuh?
    kan ‘wagu’ benget…

  3. 3

    add_ said,

    ehm… kalau menurut saya, bagus, layak tonton, walaupun tidak semuanya ceritanya disuka, namun banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil, ahh entar sore nonton lagi ahh…🙂

  4. 4

    Amalia Solicha said,

    Aku Blm nonton Je:D

  5. 5

    Dewi said,

    fahmi

    🙂

    fajar2908

    Bener bgt tuh..

    add_, amel

    Iya aku pengen nonton lagi.. Ada yang mau nemenin ga??🙂

  6. 6

    aphipsay said,

    saya suka saskia adya mecca pas dperkosa..
    tapi koq ga’ ada ya adegan itu…

    klo ada…yakin, daku tonton tiap hari…ha3…

  7. 7

    saidedwin said,

    aku kemarin ikut bedah buku kang abik di amplaz. dari yang aku tangkep dari kang abik dia juga agak kecewa karena dia ngga menjaga novelnya itu, karena beberapa pesan ngga keluar. untuk aku sendiri aku kecewa dengan film ayat ayat cinta. kenapa pertama karena karakter fahri dari film dan novel sangat berbeda jauh misalnya karakter harry potter dengan novelnya? kedua kenapa ngga ada hijab jelas difilm itu, ketika tiba2 maria masuk kamar kost cowok itu ngga akan ditemukan di novelnya karena pesan tersembunyi kang abik difilm ini tidak tersampaikan. ketiga syiar islamnya dibuat setengah hati sehingga dibuat dipaksakan.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: