Trip 4.0 Goa Cerme

Akhirnyaaaa, bisa ke Goa Cerme juga. Dulu saya pernah ke Cerme sama temen saya. Kami kira tempatnya seperti ke Kaliurang, ga perlu persiapan khusus. Namun setelah kami melongok ke dalam goa, alamaaaak, ternyata goanya besaaar dan ada airnya, jadi otomatis basah. Haha, ya udah, akhirnya kami cuma foto-foto dan pulang, sambil di dalam hati saya menyusun rapi keinginan bahwa saya wajib kesini lagi dan masuk gua.

Maka jadilah tanggal 9 Februari kemaren kami komunitas hobby jalan-jalan Xkomp UGM mencoba caving ke Goa Cerme. Personil yang ikut adalah Ale, Hendi, Dita, Ahmed, saya, Handoko, Aldi, Yudha, Amru, Budi, Paris, Zaky dan Yanwar. Kumpul jam 8, dan berangkat jam 9 kurang (rekor baru, kurang dari satu jam bisa langsung berangkat ^^).

Untuk sampai di Goa Cerme bisa melalui Jalan ParangTritis terus ke selatan lalu belok ke kiri. Melalui Jalan Imogiri Barat lalu belok ke kiri. Atau melalui Jalan Imogiri Timur lalu belok kanan. Yang perlu diperhatikan, jika kita dari Imogiri Timur, kita bisa melihat marka jalan yang memberi petunjuk arah ke Goa Cerme. Namun bila kita datang dari arah sebaliknya, yaitu dari Jalan Parang Tritis maupun Jalan Imogiri Barat, marka jalan ini tidak kelihatan. Jadi bila Anda dari Jalan Parangtritis/Imogiri Barat sudah sampai ke Jalan Imogiri Timur, maka sebaliknya putar balik. Jangan keterusan seperti Yudha ^^

Ikuti saja jalan dan marka jalan, lalu ketika sudah sampai diatas, akan ada pertigaan lurus dan ke kiri yang ada pohon di tengahnya. Untuk motor dan mobil keluarga bisa ikuti arah yang lurus, karena bisa langsung sampai ke Goa Cerme tanpa harus melalui tangga. Namun, untuk bis lebih baik belok kiri. Bedanya jalan yang lurus medannya lebih curam, sedangkan yang berbelok ke kiri lebih landai.

Sampai di area wisata ternyata sedang ada renovasi. Pengunjung pun tidak terlalu ramai. Setelah mengatur nafas yang ngos-ngosan (kami mengambil jalur ke kiri, jadi harus naik tangga), dan foto-foto kami mulai masuk ke gua. Zaky yang tidak membawa pakaian ganti merelakan diri untuk menjaga tas-tas kami. Kata Dita sih, Zaky baru jadian kemarennya, jadi seneng-seneng aja kami tinggal karena bisa Esia-an ma yayangnya nun jauh disana ^-^v. Untuk masuk gua sebaiknya memakai jasa pemandu. Bayarnya cukup murah kok, hanya IDR 2000/orang.
cerme1

cerme2

Perhatian, untuk masuk gua sebaiknya tas-tas ditinggal. Karena nantinya malah tidak bisa menikmati perjalanan, sibuk ngejagain tas biar ga basah. Bawa kamera juga cukup satu saja, karena pengalaman kami, pemandunya dengan senang hati menjadi juru kamera. Kenakan sandal gunung yang kuat. Jangan pake sendal yang rawan putus apalagi nyeker, banyak batu tajam di dalam air yang tidak terlihat. Jangan seperti Hendi dan Yanwar yang jadi korban putusnya sandal,haha..

Pertama kali turun tangga menuju air…, mak nyesss, langsung disambut air setinggi paha. Gelaap sekali. Untuk Amru dengan sigap sudah menyediakan 2 headlamp dan senter kabut. Beberapa anak juga bawa senter. Dita yang sedikit takut gelap harus terus dipegangin Handoko dan Aldi hingga ke ujung goa.

Kesan pertama saya adalah, Subhanallah, ada tempat seperti ini di bumi Allah. Menakjubkan. Lorong gelap yang menembus bukit. Terlepas dari fakta bahwa jin senang tinggal di tempat yang gelap dan lembap, tapi saya tidak merasa takut sedikitpun. Saya justru sangat bersemangat karena bisa melihat tempat baru dan bisa menyentuh air. Entah kenapa saya selalu merasa nyaman di dalam air. Dengan semangat pula saya selalu berada di baris terdepan, agar bisa mendengar informasi dari pemandu dan bisa selalu difoto tentunya.

cerme3
cerme4
cerme5
cerme6
cerme7
cerme8
cerme9
cerme10
cerme11

Goa sepanjang 1,2km ini sering dijadikan tempat bertapa. Sepanjang perjalanan kami menemukan beberapa tempat seperti sumber Air Zam Zam-nya Goa Cerme, kubah masjid, Kraton, dan yang paling seru ada Grojogan yaitu air terjun yang harus kami lewati. Di beberapa tempat mau tak mau kami juga harus berjalan jongkok.

Tidak ada insiden berarti kecuali Yudha beberapa kali tercebur dengan bunyi byur-nya, punggung-punggung yang tergores stalagtit dan bertemu ular yang melingkar tenang menjelang ujung perjalanan. Dan akhirnya, dari depan terdengar teriakan-teriakan, “matahari…, matahari…, akhirnya nyampe juga”.

cerme12
cerme13

Untuk sampai ke tempat semula kami harus berjalan lagi lebih kurang lebih 1km. Teriakan-teriakan pemandu, “Awas kepala!”, “Awas kanan batu, kiri batu”, “Awas punggung!” yang terkadang dilagukan dengan tembang campur sari masih terngiang-ngiang.

Setelah ganti baju, sholat dan menikmati gorengan, mie rebus, soto dan teh anget kami pun pulang ke Jogja. Tapi dasar “belum malem, belum jalan-jalan”, pulangnya masih nemenin Ahmed belanja dulu ke Liman. Makan es krim McD di mall Malioboro, Ashar di Kepatihan, Magrib di rumah Dita, dan makan malam di Terminal Concat. Setelah itu pulaaaaang, dan merebahkan diri di tempat tidur menjadi nikmat luar biasa! Subhanallah.

Es Krim
Hendita

10 Tanggapan so far »

  1. 1

    alle said,

    foto yg pertama bisa di crop lho wih hahaha…

  2. 2

    yanworks said,

    banyak foto2nya yang masih gelap, diatur dulu brightness nya biar bagus. saran sih. hehehe.

  3. 3

    bedjho said,

    wallah …
    kok poto yang paling terakhir ne mantap kali ..
    hehehe …

    o ia win .. poto yang pertama itu kok posisi si handoko menjauh sendiri yah???

    heheh ..
    😎

  4. 4

    Dewi said,

    alle

    Iya betul!!! Ketawan narsisnya kaan…. wkwkwkwkw

    yanworks

    fotografernya sibuk ngurusin sendal putus sih…=p

    bedjho

    Kan Hendita Bud.. Mantap kan.. hehehe….

  5. 5

    cerme disaat musim hujan memang banjirm win😀 hehehe.. bagaimana? sudah menikmati caving?

    kalo mau lebih indah lagi, ke luweng jomlang… disana bisa nembus ke luweng satu lagi (lupa namanya).. dan kerennya.. ada sunbeam dari atas!!! jadi serasa di spotlight, belum lagi dengan batu stalakmit yang indah.. + bisa rafting loh

    syaratnya? kudu bisa srt😀, alias turun 60 meter / setara 12 lantai😀

    ayo!! ayo!! caving tu menarik

  6. 6

    zaky said,

    putu yang terakhir bagus tuh, ada yang curi2 pandang hahahahahaha………
    cieeeeeeeee HENDITA (HENdi MereDITA) :X…..

  7. 7

    zaky said,

    kok tetep😡 smileynya…..
    harusnya lope2 tuh😀

  8. 8

    http://mppersonal.com/wind-journey/caving-trip/bribin-trip-26-mei-2007/

    buat yang mau tau bribin + jomblang

    at deep ground, we trust sunshine..

  9. 9

    amru said,

    SubhanAllah bener2 pengalaman yang sangat berharga wi.., temen2 juga sangat menyenangkan.. wajah mereka sampai berbinar-binar.., kapan2 kita caving lagi yah…:D

  10. 10

    JackAs said,

    Masih tentang burung…………

    “Percakapan Burung” (’Steve-O’)

    Awan berjalan menjilat langit
    Sepuh putih merayu angin

    Burung mulai lelah mengepak sayap mlwati hari
    Anak burung berharap
    “Bu… smoga esok kita dpt terbang lbh jauh
    lagi…”


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: