Au Revoir Bapak..

Tiga hari ini saya nangis terus di depan tivi. Tiap ada bagian Mbak Tutut bilang “Bapak… selamat jalan…” saya pasti nangis. Sebetulnya sebagai rakyat Indonesia, saya tidak begitu mengenal Bapak Suharto. Pun keluarga saya juga tidak pernah berurusan langsung dengan beliau dan merasakan dampak dari apa yang dikatakan orang ‘menghalangi kebebasan pers’, ‘melanggar HAM’, ‘korupsi’, dll.

Menyaksikan lagi kilas-balik hidup beliau di televisi saya teringat dengan ayah saya di rumah. Rasanya rinduuu sekali. Ingin segera lulus kuliah, pulang, dan berbakti padanya.. Walau ayah saya bukan presiden, tapi beliau adalah orang yang amat amat sayang kepada keluarga dan anak-anaknya, tak pernah marah atau membentak saya. Kepercayaan yang luar biasa besar pun diberikannya untuk saya.

Pak Harto, mungkin juga begitu. Bedanya beliau adalah ayah bagi anak-anaknya sekaligus ayah dari suatu bangsa. Segala apa yang beliau lakukan adalah untuk anak-anak dan bangsanya. Sayangnya, mungkin beliau terlalu memanjakan. Sayangnya pula, orang-orang yang mendukungnya juga bersifat parasit. Sering menerjemahkan kegusaran beliau dengan membasmi hama-hama pengganggu dengan cara mereka sendiri. Dan karena Bapak juga setuju-setuju saja maka makin menjadilah kroni-kroni ini bertindak.

Bagi saya, anggap sebuah rumah. Bapak adalah raja di rumah itu. Agar kerukunan rumah-tangganya tetap berjalan, maka semua pengganggu harus dibasmi. Walaupun itu pot bunga cantik yang tidak sengaja diletakkan di tengah jalan masuk.

Saya tidak bermaksud memuji atau mencaci, cuma mau mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Suharto. Sesuai doa Mbak Tutut, apabila ada kebaikan yang beliau lakukan, semoga menjadi amal, dan bila ada kesalahan semoga dimaafkan. Kita tentu punya penilaian masing-masing.

Satu hal, orang besar tidak dilihat dari jumlah penjenguk ketika ia lahir, tapi dari jumlah pelayat ketika ia meninggal.

Semoga Allah swt yang maha adil, memberikan yang terbaik bagi umatnya.

5 Tanggapan so far »

  1. 1

    Dekisugi said,

    win, gimana kalo kamu punya temen deket yang keluarganya pernah jadi korbannya simbah kakung kita itu?😈

  2. 2

    faizal said,

    Bagaimana kalau kamu punya teman deket yang keluarganya pernah diberi kebaikan sama mbah Harto?

  3. 3

    Inna Lillahi Wa inna ilaihi roji’un,
    Semoga mendapat tempat yang sesuai dengan amal, ibadah dan kebaikannya . Amin Ya Robbal Allamin,

  4. 4

    Amru said,

    Salah atau benar adalah sifat yang subyektif di dunia ini. Tapi untuk masalah adil-mengadili ada yang lebih berhak setelah kita mati nanti. Buat apa menyimpan dendam berlarut-larut, toh juga masalah tidak akan terselesaikan dengan dendam. Ane idem sama rumahkayubekas..

  5. 5

    Dewi said,

    Dekisugi

    ..sudah dijawab oleh Faizal.. =)

    faizal

    ..sudah ditanyakan oleh dekisugi.. =)

    rumahkayubekas

    Amien…

    amru

    Setuju!!


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: