Butuh atau ingin: nyasar ke Turgo!

Subhanallah..
Hadiah terindah di akhir tahun ini ternyata tidak saya dapatkan dari teman-teman atau orang tua saya, melainkan dari diri saya sendiri.

31 Desember 2007 kemarin – hari terakhir di tahun 2007, bermula dari hal yang belum pernah saya lakukan, yaitu jalan kaki dari rumah ke perempatan Kentungan. Sebenernya ga dari rumah banget sih, soalnya baru keluar komplek ada seorang tetangga yang menawarkan untuk mengantar saya sampai Beringin=) Jadi kurang lebih dua pertiga perjalanan yang saya tempuh dengan berjalan kaki. Tujuan saya adalah mau mengambil motor yang saya titipkan di kos teman yang ada di Jakal atas (saya sengaja nitip, biar pas ngambil bisa sambil jalan kaki).

Perlengkapan ‘perang’ saya adalah jaket+jeans, ditambah sepatu yang nyaman, dan tak lupa mp3 player. Benar kata orang, “great shoes bring you to wonderful places“. Sepatu yang saya kenakan adalah sepatu yang paling mahal yang pernah saya miliki, tapi saya tidak salah pilih, karena sepatu tersebut sangat ringan dan nyaman, dan menambah semangat saya untuk berjalan lebih jauh.Sebenarnya saya sangat suka berjalan kaki, tapi kondisi tempat tinggal saya tidak mengizinkan, selain itu ongkos kendaraan umum yang mahal, dan waktu operasinya yang hanya sampai sebelum magrib akan membuat mobilitas saya benar-benar terbatas, jadi dengan terpaksa saya harus selalu menggunakan kendaraan pribadi.

Maka dari itu, hari ini semangat saya benar-benar membuncah. Dengan berjalan kaki saya akan semakin dekat dengan alam, dan kaki saya akan langsung menapak ke bumi Allah. Ditambah dengan musik yang terus mengalun, lengkaplah keindahan hari itu.

Setelah 20 menit berjalan kaki saya melanjutkan perjalanan dengan naik kendaraan umum. Ternyata semangat saya masih meluap-luap, saya masih ingin tracking ke Merapi. Sayangnya teman-teman saya tidak bisa. Ya sudah, telanjur semangat akhirnya saya memutuskan untuk menyasarkan diri.

Tanpa tujuan, hanya mengikuti naluri, berbekal bensin yang cukup, berteman motor saya tercinta, dengan sepatu ternyaman di dunia, sambil mendengarkan lagu-lagu dari album Padi yang terbaru, saya berangkat terus ke utara. Untungnya cuaca cukup cerah, tidak terlalu panas, padahal saat itu sudah jam 11 siang.

Prinsip saya cuma satu, jangan pernah melalui jalan yang pernah dilalui, kecuali memang tidak ada jalan lagi selain balik belakang. Dengan prinsip itulah saya terus melaju. Saya berbelok ke barat di pertigaan pertama yang saya temui. Tidak ada rasa takut walaupun jalannya sepi dan menyempit, asalkan masih aspal licin. Ternyata jalannya tembus ke Jalan Tentara Pelajar, lalu saya berbelok ke utara. Sempat terpikir untuk nanti berbelok ke timur kembali ke Kaliurang, atau ke barat ke arah Magelang. Namun entah kenapa naluri saya menyuruh saya untuk terus saja.

Lalu saya memilih terus di pertigaan ke Turgo. Jalannya sedikit menyempit, dan saya benar-benar tidak tahu akan bagaimana lokasi yang saya tuju. Saya hanya mengandalkan kecintaan saya mengunjungi tempat-tempat yang baru. Semakin jauh jalan semakin sepi. Ada sedikit rasa khawatir, tapi rasa ingin tahu jauuh lebih besar. Udara dingin mulai terasa menusuk. Saya menjalankan motor saya sekencang mungkin untuk mengusir rasa khawatir.

Hingga akhirnya rasa ingin tahu saya terpuaskan ketika saya memasuki Desa Turgo. Subhanallah, saya berada di desa tertinggi yang paling dekat dengan puncak Merapi di daerah selatan. Perasaan saya saat itu mungkin kira-kira sama dengan Andrea Hirata ketika ia sampai di Edensor. Turgo benar-benar sepi, hanya sedikit orang yang saya temui. Saya terus berjalan hingga akhirnya jalan di depan saya tidak lagi bagus. Saya berpikir, inilah ujung perjalanan saya, saya harus kembali.

Dalam perjalanan pulang saya mengambil beberapa foto. Namun, belum jauh berjalan ada seseorang yang menghampiri saya, mungkin orang tersebut curiga heran melihat saya bolak-balik. Beliau bernama Pak Yanto yang ternyata pemilik Pondok Alam Desa, yang menawarkan wisata alam Desa Turgo. Agar tidak menimbulkan kecurigaan saya mengaku sedang survey.

Lalu saya diajak mampir ke tempat beliau, disana saya diperlihatkan peta Merapi, foto-foto erupsi Merapi, video tentang Turgo, dan -memang tujuannya bisnis- saya ditawarkan paket-paket wisata yang ada. Disana saya mendapatkan kejutan. Pak Wagiman, pakde dari Pak Yanto ternyata beristri orang Palembang, dan telah tinggal di Palembang selama 42 tahun, baru kemarin beliau beserta istrinya pulang ke Turgo. Jadilah siang yang indah itu diisi dengan reuni sesama warga Palembang. Obrolan kami terasa sangat akrab, membuat saya makin rindu pulang ke Palembang.

Sungguh, saya benar-benar tidak menyangka, saya bisa bertemu mereka di lereng Merapi ini. Perasaan damai, nyaman, dan bahagia menelusup di benak saya. Kekhawatiran saya tidak terbukti, malahan saya mendapatkan keramahan yang luas biasa. Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan. Pulangnya saya dipesenin pakde, di rantau harus pinter-pinter jaga diri, dan kalo ke Turgo lagi ajak-ajak temen, jangan sendirian,hehe…

Dalam perjalan pulang saya disambut hujan yang amat sangat deras. Buih air memutih, dan jarak pandang begitu pendek. Sumpah, saya senang sekali, karena saya paling suka hujan dan kehujanan sambil naik motor. Ketika motor memasuki genangan air atau ketika kecipratan air oleh mobil yang lewat, saya justru berteriak-teriak kegirangan. ^o^

Worstcasenya cuma satu : sepatu saya basah kuyup,haha..

Malemnya, setelah memutuskan untuk tahun baruan sendiri alias di rumah aja. Saya dikasih satu hadiah yang keren banget dari Allah. Beberapa menit menjelang pergantian tahun, saya mendengar suara ledakan kembang api bersahut-sahutan. Langsung saya lari naik ke lantai dua rumah saya. Tebak apa yang saya lihat? Di langit hitam yang terbentang di sekeliling saya, ledakan warna kembang api ada dimana-mana. Sejauh saya memandang, di depan, di belakang, di samping kanan dan kiri saya dan itu berlangsung sekitar setengah jam. Subhanallah.. indaaah sekali… Terima kasih ya Allah, sungguh, hadiah ini terlalu indah ^_^

Well, saya suka dan selalu ingin:
1. Jalan kaki
2. Melihat tempat baru
3. Denger musik
4. Hujan
5. Liat kembang api
Dan itu semua yang saya dapatkan sebagai hadiah akhir tahun. Saya mendapatkan yang selalu saya inginkan. Senangnya… ^_^

7 Tanggapan so far »

  1. 1

    alle said,

    hueeekk,.. andrea hirata😀

  2. 2

    […] 01 : Gua Jepang Kaliurang Semua ini bermula dari hari dimana saya ke Turgo. Saat itu saya ingin sekali jalan-jalan. Setelah menghubungi Ale, dan ternyata ga bisa barulah […]

  3. 3

    Masno said,

    Saya dan teman saya hari selasa tanggal 12 februari 2008 bermain ke desa Turgo. Seperti halnya biasa kami lakukan yaitu mengikuti kemamuan kita mau kemana?kebetulan saat itu saya ingin menyaksikan kekindahan gunung merapi daerah Turi Sleman. Sepeda motor saya terus saya arahkan ke utara dan terlihat tulisan desa Turgo. Kemudian saya terus mengikuti jalan tersebut. Jalan itu kian ke utara kian nain dan udaranya mulai dingin. Setelah sampai diujung perjalanan kami, sangatlah takjub. gunung turgo sebelah barat kaliurang memberikan pemandangan luar biasa, cantik sekali.

  4. 4

    Dewi said,

    alle

    mangnya knapa???

    masno

    Setujuuu!!! ^^

  5. 5

    agus said,

    sialnya tanggal 31 itu aku malah lagi jungkir balik didepan komputer…hehe..

    Pass tengah malem (tahun baru) ke burjo makan mie goreng telor..hehehe

    tapi ada hikmahnya…Gw bisa wisuda bulan februari…cuit cuit..cuit

  6. 6

    day... said,

    subhanallah… kami barusan reuni keluarga di Kaliurang. kebetulan kami juga asli Palembang. kok bisa masuk blog ini ya..? hihi

    kami menginap di Hotel Kana Kaliurang. tapi sayang, dingin dan sejuknya Kaliurang tidak begitu terasa saat kami berada di sana. mungkin lagi pergantian musim, pancaroba…. wakakakakaQ

    kalau mau liburan, ke Kaliurang aja, hehe

  7. 7

    […] ini bermula dari hari dimana saya ke Turgo. Saat itu saya ingin sekali jalan-jalan. Setelah menghubungi Ale, dan ternyata ga bisa barulah […]


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: