Alhamdulillah hanya karena Allah

Kalau ada sesuatu terkait anak-anak, saya merasa betapa Allah memudahkan. Yang tercatat dan sangat membekas itu ada 3 kejadian :
1. Kelahiran abang
Diantara semua hari, abang lahir di hari Jumat tanggal merah, saat ayah ada di rumah. Padahal kemarinnya ayah masih dinas di Kalimantan. Bunda masih nginep di kos temen di Jakarta.
2. Kelahiran adik
Diantara semua hari, adik lahir pas kebetulan ayah lagi izin ga masuk kantor gara-gara ga enak badan. Pas bulan puasa pula jadi pas di jalan lancar aman jaya bentar doang ngesot dah nyampe Hermina Bogor.
3. Abang panas tinggi
Abang baru sekali ini demam tinggi sampe 39,7 derajat celcius. Sempat ngigau, tidur ga nyaman, pokoknya bikin deg-degan. Adik juga ikut ketularan, walau nyampe 38 derajat aja. Dan sekali lagi, diantara semua hari, mereka sakit pas ayah kebetulan izin sakit karena habis demam gejala tipes.

Allahu Akbar. Walau kadang dikasih mudah itu sebenernya bikin deg-degan banget, tapi ga cukup-cukup ini rasanya untuk bersyukur.

Leave a comment »

Dia (1)

Aku pernah mengenal seseorang
Orang yang amat sangat sederhana
Uang sakunya sepertiga bahkan sampai seperlimabelasku diawal dulu
Hidupnya prihatin, tapi tak menghalanginya meraih cita-cita

Dia menyayangiku dalam diam
Membantuku tanpa bilang, hingga membuat aku tertegun tak percaya
Kali lain, ia menyatakan bahwa aku cantik didepan puluhan orang
Yang lain berkata, apa iya??

Cintanya tak pernah terucap
Senyumnya selalu membekas
Ingin kukatakan aku masih mengingat semuanya walau hanya dalam hati saja

Tidak, ini bukan romansa berbalas hati
Ini sebuah kisah singkat saja
Perbedaan kami terlalu syari
Tapi apakah ada batas dalam menyayangi?

Kini ketika kupeluk dua lelaki kecilku, kubisikkan pada mereka, mencintailah seperti itu nak. Bukan untuk memuaskan nafsu. Bukan untuk dirimu.
Tapi untuk melihat dia bahagia.
Dan bahwa Tuhan ada di atas segalanya.

Bahwa ketika kita memutuskan memilih Tuhan, kita tak kan kehilangan suatu apapun.

Bogor, 30112014

Leave a comment »

Jogja hari ini

Hari ini hari bengong, saya banyak sekali berfikir dan termenung, bahkan di jalan saat bawa motor pun rasa-rasanya saya melamun.

Lalu sore tadi, setelah ngirim fax di wartel kopma, saya makan di KFC Mirota. Ramai sekali, dan saya datang sendiri. Setelah makan saya ga langsung pulang, tapi duduk menyesap segelas pepsi,,, sampai habis tuntas, sembari berfikir mau kemana sehabis dari sini.

Akhirnya, dengan mengikuti kata hati, saya berjalan ke arah selatan mirota kampus. Entah, mungkin sudah setahun atau bahkan dua tahun lebih saya tidak melewati gang ini. Tidak banyak berubah, hanya jalannya yang sudah di paving-block. Tak jauh sampailah saya di kos saya yang pertama di Jogja. Kaget, kos saya sudah hilang! Benar-benar hilang, sudah berganti bangunan baru yang sepertinya milik Els Computer. Tiba-tiba sedih menyusup ke dalam benak… Ah, disini kenangan pertama saya, kamar kos seharga 85rb per bulan dengan fasilitas seadanya. Kos dimana di ruang tamunya saya pernah menerima cinta-cinta pertama saya, kos tempat persahabatan masih terasa kental dalam usia belasan… Tak mampu tertuang dalam tulisan saking banyaknya, menyisakan penyesalan, karena keinginan untuk mampir tak akan pernah terlaksana lagi.

Saya terus ke selatan, lalu berbelok menembus jalan C.Simanjuntak, dan kembali ke utara. Sepanjang jalan rasanya Sagan sudah berubah. Gedung-gedung baru dan besar bermunculan, tak tahu akan jadi apa. Melewati Edward Forrer, mengenang dulu sering kesana. Masuk ke kampus UGM, mendapati kantin Bu Gadjah sudah rata dengan tanah, entah, mungkin akan dijadikan tempat pelebaran parkir. Ah, kantin itu, kantin kenangan bersama teman-teman sambil menunggu waktu kuliah.

Masuk ke lobi MIPA, duduk melepas lelah, lalu disana bertemu seorang teman. Sekali lagi, mengenang rupa kampus saat pertama masuk kuliah. Lucunya, kami bahkan tak bisa mengingat bagaimana bentuknya sebelum di renovasi.

Ah, Jogja banyak berubah kawan. Separuh hati rindu, rinduuu sekali…

Seakan tau saya akan segera meninggalkan kota ini, kenangan lama pun seakan berlomba datang menyapa. Bahkan anggrek Pegasus Pink yang hampir dua tahun tak pernah berbunga pun menguncupkan kuntumnya.
Kenangan datang dan pergi, teman datang silih berganti, tapi cinta tetap disini, ada dalam hati…
Mungkin suatu saat akan benar-benar terlupakan,, entahlah, mungkin saja…

Comments (14) »

Fruit Flush 3 Day Detox

Uhuuuy, judulnya keren *yummy*

Berawal dari ada temen yang bilang dia mau (ato udah ya) nyoba detox dengan buah, trus saya jadi pengen. Setelah sekian lama terlupakan, akhirnya baca twitnya Sherina yang isinya dia lagi melaksanakan program detox. Tiba-tiba inget lagi dan tanpa basa basi langsung googling aja nyari2…

Dapetlah artikel berjudul Detoksifikasi Tubuh dengan Diet Buah

Day 1

Dikarenakan kepikiran mau detox itu udah malem, trus jam 11an gitu googlingnya, maka ga mungkin males banget nyari ‘minuman berprotein’ jam segitu. Jadinya pagi jam 9.30 nyari ke Superindo terdekat, nihil. Ke Mirota Kaliurang, adanya yang mahal😦, akhirnya dapet di Mirota Kampus, berkat rekomendasi dari temen, namanya SBP Soya Jaya Sentosa, ukuran 250gr, lumayanlah ga nyampe 15rb harganya.

Selain itu beli buah juga, pepaya, apel, pir, semangka, pisang,,, sama nyiapin bahan salad, selada+jagung manis+wortel. Tadinya pengen letucce, tapi kurang fresh,, belum jadi beli.

ok, terhitung mulai jam 11, minum 1 gelas susu kedelai setiap 2 jam sampe kira2 jam 7 lah ya,, soalnya jadwalnya mundur nih. Laper?? ga juga, karna terbiasa ga makan ,hehe… Lagian dengan jadwal minum susu kedelai 2 jam sekali jadinya ga sempet laper.

Untuk malem, karna males bikin salad, akhirnya makan pisang ajah😀

Day 2

Hari pepaya! Yak, dietnya jadi diet pepaya,haha.. Gara-gara males ga mau bikin salad buah. Tadinya sih niat mau ngupas pepaya aja, buat campuran salad,eeeh…, malah jadi seharian makan pepaya. Makannya juga ga kudu 2 jam sekali, kapan laper aja :p

Day 3

Hari ketiga adalah hari mix, apel, pisang, semangka, lagi2 dengan jadwal yang ga tentu, hampir 2 jam sekali ato pas merasa lapar…

Hasilnya???hmm… rasanya badan agak seger sih, trus muka jadi lebih bersinar (ya iyaaalah, secara yang dimakan vitamin,hehe) Pastinya sih badan terasa agak ringan, kurusan dikiiiiiiiit, dan ngerasa tambah cantik aja,hahaha.. *kalo ini mah sugesti pribadi*

Jadi pengen nyoba lagi, kalo bisa secara periodik. Secara ga langsung juga jadi menumbuhkan kebiasaan makan buah, sayur dan susu kedelai. Sekarang jadi teratur minum susu kedelai tiap pagi.

Mau coba???😉

Leave a comment »

Love Story

Coz I miss you..

Do you love me? Coz I miss you..

Kamu suka Love Story?? Tidak? Ya?

Kalau saya? Saya sangat suka ^0^

Berdasarkan negaranya, saya lebih suka film Asia, seperti Jepang, Korea,dan India, tapi film cinta dari Indonesia saya malah tidak suka. Untuk film Hollywood juga terbatas. Hanya beberapa judul, seperti Serendipity, Music and Lyrics, dan Love Actually, serial Gossip Girl (Chuck dan Blair), serta dongeng-dongeng semacam Ella Enchanted dan Cinderella Ever After.

Kenapa? Karena film-film Jepang, Korea dan India cenderung menampilkan cinta penuh dengan perasaan, tidak menonjolkan sentuhan fisik. Tentu sentuhan fisik seperti pelukan dan ciuman ringan tetap ada, dan itu justru mendukung cerita itu sendiri dengan tidak berlebihan. Saya tidak suka film barat karena kebebasan mereka yang ‘lebih’. Bagi saya Love story dan film porno itu berbeda, tapi Hollywood kadang menyatukan itu, itulah yang membuat saya tidak begitu suka. *kayak makan cake pake sambal, jadi merusak rasa🙂

So, why love story?

Saya bisa ikut merasakan perpisahan dan sulitnya untuk bertemu seperti dalam cerita Friends sambil mengenang hal serupa yang pernah saya alami dulu. Atau kisah cinta yang lucu dalam Too Beautiful To Lie. Bisa juga ikut menangis saat menyaksikan cinta yang sedih dalam Endless Love.
Ingat Kuch Kuch Hota Hai? Berkali-kali ditonton tetap saja bagus🙂 Atau serial Meteor Garden, Boys Over Flower, dan Hana Yori Dango.

Membuat hati menjadi lebih kaya. Melihat berbagai bentuk cinta yang berbeda, mengenali berbagai macam karakter, ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Menangis ketika sedih, tertawa ketika lucu, tersenyum ketika bahagia. Sungguh menghanyutkan dan sangat indah🙂

Melalui cerita-cerita tersebut pula saya jadi bisa mengenali lawan jenis. Bagaimana perasaan mereka, bagaimana mereka mencintai dan seperti apa ingin dicintai. Saya jadi lebih bisa menghargai orang yang mencintai saya dan selalu ada untuk saya. Menyadari akan selalu ada sosok Tao Ming Tse, apapun dan bagaimanapun dia, itulah pria yang saya pilih. Dan selalu ada sosok Hua Ze Lei, sosok pria yang sangat mencintai saya yang walau sekuat apapun saya berusaha saya tetap tak bisa membalas cintanya. “You’re like someone sent from the heaven to me like bonus“, kata JanDi di Boys Over Flower.

Karena cinta itu terasa oleh hati, mulut bisa berkata ya atau bisa menolak, atau bisa juga pura-pura tak mau, tapi getaran hati itu tersampaikan. Cinta yang tulus tak kan bisa dikelabui oleh logika.

Aku ingin mencintai
seperti awan menaungi bumi.
Menyejukkan.

Aku ingin dicintai
Seperti merasakan permen gula kapas merah jambu.
Lembut, dan terasa manis.

[041209]

Comments (12) »

Bodyrafting di Green Canyon

Dasar Bun Buuuuun, tulalit ah, Bun baru nemu tulisan ini nih, di draft. Ternyata belum diposting, ampun daah! Ni cerita tentang Bodyrafting di GreenCanyon tahun kemarin. Yuk kita kulik-kulik…

Saya baru dari Green Canyon teman-teman!
Masih fresh, baru kemaren. Sama anak-anak Backpacker Indonesia.
Jumat (13/03) malam berangkat dari Jogja. Nyewa mobil. (hehe, backpacker bermobil -_-!)
Rombongan Jogja ada Bayu, Bang Andi, Sita, Tifa, Bang Kholis, Fandi, Putra dan saya sendiri. Bayu dan Putra adalah teman SMA saya, langsunglah berminang-minang, soalnya Bang Andi dan Bang Kholis orang Melayu dan Minang juga (*fells like home) Sita dan Tifa asli Jogja, sedangkan Fandi dari Sulawesi.

Sampai di Banjar, ketemu anak2 BI dari Jakarta dan Bandung, total jendral 23 orang!

Oke!!! Berangkaaaat!!!

Setengah 6 tibalah kami di pantai Pangandaran, langsung ke pantai timur untuk melihat sunrise.
Subhanallah,,,,
Tak terkatakan indahnya…

Sunrise di Pangandaran

Perjalanan dilanjutkan ke Cijulang.

Jaraknya hanya sekitar 31km dari Pangandaran, dapat ditempuh dalam waktu setengah jam, berbelok-belok, tapi jalannya lumayan bagus. Sampai di Cijulang, airnya yang hijau menyapa kami. Tak sabar rasanya menuju kesana.

Disinilah petualangan dimulai!

Kami akan melakukan bodyrafting! Berbeda dari berbagai cerita tentang GreenCanyon, kami akan memulai perjalanan dengan berenang dari hulu sungai.
Bodyrafting adalah istilah saja, karena kami akan berenang sejauh 2 km. Safety toolsnya cuma pelampung🙂, ga pake helm, dll.

Sebelumnya, untuk mencapai hulu, kami naik truk sekitar selama setengah jam, lumayan terombang-ambing. (watch your head, karena ranting-ranting pohon dan dedaunan bisa menyambar Anda selama perjalanan😉 ). Setelah sampai di ujung, masih ada treking menuruni bukit menuju sungai Cijulang. Asyik dan sangat menyenangkan. Airnya hijauuu,,, Tidak rasa khawatir sama sekali. Yang paling seru adalah saat berenang melalui arus deras, luarrr biasaaa… Badan luka luka sudah biasa. Naik turun batu besar, lalu melompat ke sungai atau sekedar mengambang di bawah tirai air yang menetes dari bebatuan. Sungguh luar biasa.

Momen paling indah bagi saya adalah saat sudah hampir sampai ke mulut gua. Dari kolam putri, berenang menuju perhentian kapal. Jaraknya sekitar 100 meter.

Saya membiarkan diri saya mengikuti arus. Pelaaaan sekali. Perlahan saya membalikkan diri, posisi badan menghadap ke atas. Saya rentangkan tangan. Mata menatap lurus ke atas. Dan seketika, waktu tiba-tiba berhenti. Suasana menjadi hening.
Tetes-tetes air satu per satu bergerak lambat menuju ke arah saya.
“Ah Tuhan”, dalam hati saya bertanya, “inikah surga?”

Saya tak bisa melukiskannya dengan foto-foto yang bagus, tak juga bisa menggambarkan keindahannya dengan kata-kata. Anda harus datang sendiri kesana. Pulangnya kami diberi air kelapa langsung dengan buahnya oleh pemandu kami. Sangat bagus untuk memulihkan tenaga. Namun tetap menyisakan memar dan lecet dimana-mana😀

Catatan :

Biaya total IDR200rb. Sudah termasuk sewa mobil, bensin, bodyrafting(IDR67500), dan penginapan di Pangandaran.
Menilik tulisan saya sebelumnya,
menikmati secuil surga di bumi Allah, priceless..😉

Comments (8) »

Membuat Paspor (bag.2)

Sesuai tanggal yang ditentukan, yaitu hari ini 12 Sept 09, Bun dateng lagi ke Kantor Imigrasi.

Sampe sana langsung nyerahin Tanda Terima Permohonan ke loket penerimaan berkas yang kemarin. Sama petugas disuruh tunggu dipanggil untuk bayar.

Ga lama, sambil denger mp3 juga sih, nama Bun dipanggil. Bayarnya 275rb. Abis itu nunggu lagi buat foto. Ga terlalu lama, trus foto, cap semua jari tangan kanan dan kiri.
Dapet tanda bukti pembayaran yang digunakan untuk pengambilan paspor nantinya.

Setelah itu nunggu lagi untuk wawancara. Ini yang agak lama, soalnya orang yang gilirannya sebelum Bun lamaaa banget di wawancaranya.
Padahal Bun sendiri paling lama cuma 10 menit. Ditanya mau kemana, Bun jawab aja mau ke Bangkok (teringat itu yang paling masuk akal. Kalo ditanya-tanya lagi kan tinggal bilang “kan murah Bu, pake Air Asia”)😀
Abis itu disuruh cek datanya udah bener apa belum, n tanda tangan 3x. Surat keterangan dari kampusnya diminta. Trus disuruh tanya ke loket 9 kapan paspornya bisa diambil. Udah.

Kata petugasnya bisa diambil hari senin. Ya mungkin karena besok hari Jumat, jadinya mepet. Padahal ada temen yang besoknya udah bisa diambil.

Ada juga temen yang mengalami kesulitan saat wawancara. Mungkin Bun mudah banget karena udah pengalaman. Katanya sih kalo emang pernah ke luar negeri sebelumnya, proses pembuatan paspor baru ga akan sulit.

Sekarang biayanya:
Formulir 7000
Paspor 270000
Cover Paspor 5000

Total Jendral 282.000
——————————————————————————————————————————————-
**UPDATE 17 Nov 2009**
Kemaren Bun ngambil paspor. Uuuurg, sumpah, muka bapaknya ga enak bgt, cemberut ajah,,, *sudah curiga aja bawaannya*. Pertama ngasih slip bukti pembayaran, trus disuruh tunggu karna Si Bapak mau ambil berkasnya. Paspor dikasih, disuruh fotokopi satu lembar di bawah, sama ditanyain “paspor lama mau dibawa juga ga, ganti biaya materai 7rb ya?, saat itu masih kepikiran ga usah ambil aja, buat apa coba.

Trus ke bawah, fotocopi (mahal boooo, rangkap dua aja bayarnya 1000). Kepikiran, ah, paspor lama ambil aja deh, biar keren gitu, kan ada cap2 visanya. Pas diatas, Bun bilang sama Si Bapak,
“Pak, paspor lama saya bawa aja deh”
wew. langsung sumringah muka si Bapak.
Bun pun memberikan uang 10rb.
“Wah, ga ada kembalian Mbak”
Dalam hati sebenernya ga mau suudzon, tapi mau gimana lagi. Mana ga ada uang pas, akhirnya relain aja dah tuh 10rb.

Ada beberapa catatan disini:

  1. Masih sedikit kepikiran, sebenernya biaya ganti materai yang 7rb itu emang bener2 ada ga sih?
  2. Si Bapak bilang, paspor lama itu nanti akan berguna untuk pengurusan visa, jadi emang lebih baik kita yang pegang.
  3. Jangan lupa tanyakan COVER! Kita udah bayar biaya cover yang 5rb itu kok. Kemaren si Bapak kudu ditanyain dulu mana covernya, baru deh dikasih.

Comments (3) »