Wanita(2)

Oktober 27, 2008

Dia berkata lagi,
“Anggaplah kamu adalah cinta, dan cinta itu tak pernah salah”.
“Perempuan adalah cinta, lahir, hidup dan mati untuk cinta”.
“Namun engkau, mencintai untuk ditinggalkan. Angkuh, butuh dimengerti, tapi tak mau mengakui. Ingin dipilih dan juga ingin memilih”

Tapi aku tak setuju,

“Karna cinta adalah ilusi. Ia adalah bintang. Telah mati. Hanya tinggal cahaya, yang perlu berjuta tahun untuk sampai ke bumi”.


Wanita

Oktober 27, 2008

Katanya,
“Wanita adalah racun dunia”.
“Oh, tidak-tidak”, ralatnya. “Wanita seperti rokok, madu awalnya, racun setelahnya”.
“Ia gemar menyakiti, tebar pesona sana-sini, terus mencari, memilih dan meninggalkan berjuta perih pada banyak hati.”
“Ia penipu, tersenyum palsu, dalam hati tak begitu”.

Aku membela, “andai diri bisa dibagi”.

“Tapi tak ada yang seperti kamu”, katanya.

Dan aku semakin terluka.