Saya baru saja nonton serial Korea, yang pernah juga diputar di Indosiar, judulnya 18 vs 29. Ceritanya mengingatkan saya pada serial Korea lain yang berjudul Fullhouse. Tapi disini yang ingin saya tulis bukan mengenai jalan cerita film-film tersebut, melainkan kebiasaan atau budaya yang ada di dalam film tersebut.
Satu hal yang paling saya perhatikan adalah budaya menyikat gigi sebelum tidur. Bukan sekali atau dua kali, tapi ada banyak adegan menyikat gigi. Sepele mungkin, bahkan terlihat  biasa saking seringnya. Tapi yang luar biasa adalah efeknya. Mengajarkan kebiasaan yang sangat baik kepada penonton.
Selain itu ada budaya yang sangat saya sukai, yaitu walau di film tersebut tokoh utamanya adalah artis, yang notabene kaya raya, tetap saja istri dan suami yang mengerjakan urusan rumah tangga. Pagi-pagi makanan sudah terhidang. Mencuci dan membersihkan rumah, dilakukan istri atau suami.
Terlepas dari biaya pembantu di Korea yang -mungkin- mahal, bandingkan dengan sinetron Indonesia, kaya dikit langsung pake pembantu, perintah sana perintah sini. Belum pembantunya jahat, atau majikannya yang kejam.
Satu lagi film yang saya tonton adalah Beautiful. Masih dari Korea juga, tapi berupa cerita lepas. Menceritakan tentang seorang wanita cantik, dan bagaimana kecantikannya tersebut pada akhirnya malah menjadi bumerang baginya. Selesai menonton cerita tesebut saya tak henti-hentinya bersyukur tidak terlahir cantik rupawan seperti artis-artis ibukota.
Pesan moral dan budaya yang ditampilkan film-film tersebut ditampilkan dengan sederhana, tetapi terasa sangat mengena.
Butuh komitmen yang kuat, butuh otak yang tidak melulu berpikir tentang rating dan keuntungan, butuh niat yang luar biasa untuk membuat film yang dapat memberi pelajaran -bukan sekedar hiburan.
Harus optimis bahwa sineas muda Indonesia akan mampu menghasilkan film-film yang luar biasa!
Ditulis oleh .:bunda:.
Ditulis oleh .:bunda:. 
Ditulis oleh .:bunda:. 



