Fenomena Plurk

Morning, plurker!
*joget pisang*
Yaah, karmaku turun… :(

Beberapa istilah di atas mungkin biasaaaa banget kita dapat dari plurk.

Beberapa waktu terakhir ini demam plurk sepertinya sedang merajalela.
Hampir sama seperti facebook, bagi mereka yang keranjingan plurk, jendela/tab yang hampir pasti tidak pernah di close adalah halaman web plurk (dan facebook).

Sebenernya kenapa sih?kenapa sih?kenapa sih?

Setelah saya telaah lebih lanjut,
ternyata plurk dapat mengakomodasi beberapa kebutuhan paling mendasar dari manusia.

Apakah itu?
Kebutuhan untuk berbicara, ngobrol. Dalam arti lain adalah kebutuhan untuk bersosialisasi. Kita ini pada dasarnya senang berkomunikasi, mengeluarkan uneg-uneg kita pada orang lain. Atau sekedar mengeluarkan apa yang terlintas dalam pikiran.

Hal ini berkaitan dengan kebutuhan kedua, yaitu kebutuhan untuk ditanggapi, diperhatikan. Respon di plurk datang jauh lebih cepat ketimbang di blog. Terkadang ini menimbulkan ‘penyakit’ baru. Sejak plurk memberi fasilitas sound (dan tidak kita matikan), terkadang bunyi *ting* tanda ada update atau response baru terdengar begitu menggoda. Apapun pekerjaan yang dilakukan, diusahakan singgah sejenak melihat halaman plurk. Bahkan tanpa bunyi itu pun, tetap saja sebentar-sebentar ngecek plurk.

ckckckc… pantas saja di beberapa negara Facebook diblok. Saya belum dengar untuk plurk.

Semakin kesini sepertinya manusia semakin keranjingan untuk ‘stay connected‘. Dari ketemu langsung, telpon, sms, sampai Internet. Bukankah ini sebuah fenomena? Dimana bumi rasa-rasanya tidak lagi sebesar dulu… Impressive!!!

3 Tanggapan ke “Fenomena Plurk”

  1. h4rold80 Berkata:

    ambil yg baiknya dari plurk. bagi saya, plurk sekedar wadah untuk menjadi diri sendiri tanpa harus jaim, ngeluarin uneg2, syukur2 malah dapet tmn baru.
    tanpa memikirkan karma, dan berapa jumlah respon. ;)

  2. Amel Berkata:

    sudah lama mikirin ini Win,, kok yo jd manusia dependent gt, ngarepin orang lain tuk Care,, hhff… kek kurang perhatian ja, kek org kesepian *pdhl emang iya, sepi* :mrgreen:

  3. elooonk Berkata:

    dunia mungkin gi nyusut ke titik nol lagi…ruang dan waktu hanyalah illusi..sorry ya baru sekarang bs mampir.

Tinggalkan Balasan