Dia berkata lagi,
“Anggaplah kamu adalah cinta, dan cinta itu tak pernah salah”.
“Perempuan adalah cinta, lahir, hidup dan mati untuk cinta”.
“Namun engkau, mencintai untuk ditinggalkan. Angkuh, butuh dimengerti, tapi tak mau mengakui. Ingin dipilih dan juga ingin memilih”
Tapi aku tak setuju,
“Karna cinta adalah ilusi. Ia adalah bintang. Telah mati. Hanya tinggal cahaya, yang perlu berjuta tahun untuk sampai ke bumi”.




Oktober 29, 2008 pukul 2:50 pm |
MERDEKA!!
November 3, 2008 pukul 5:55 am |
Dari dulu seperti itulah cinta …
Deritanya tiada pernah berakhir …
November 3, 2008 pukul 1:11 pm |
Maka suatu saat, sang lelaki berkata derau kepada sang wanita
maukah kau mampir sebentar untuk meninjau
untuk sekadar bersua dan mengucap, “beli satenya 5 tusuk dibungkus…”
November 5, 2008 pukul 8:44 am |
Kalau bicara cinta, pasti banyak yang kasih komen. Kayaknya fasih banget bicara cinta
November 11, 2008 pukul 12:05 pm |
hoho sedang termellow-mellow rupanya nda..?
November 11, 2008 pukul 12:29 pm |
“cinta itu tak pernah salah?!?!?!?!” Sadar neng, hanya Allah Swt. yang tak pernah salah…
November 30, 2008 pukul 7:31 am |
oooh gitu yach… hahaha
Desember 9, 2008 pukul 8:50 am |
terserah lah wind…. setuju ngga ya???? , tapi yang jelas pengen omeletnya dunk…
Desember 21, 2008 pukul 10:31 am |
#adi wirawan:
“…jangan lupa sambelnya ya…”
#fajar2908:
lho.. coba dihayati dulu… bukan saya lho, yang bilang gitu ^^
#amru:
mari kapan kita masak omelet bareng2, yummy bgt lho Ru