Katanya,
“Wanita adalah racun dunia”.
“Oh, tidak-tidak”, ralatnya. “Wanita seperti rokok, madu awalnya, racun setelahnya”.
“Ia gemar menyakiti, tebar pesona sana-sini, terus mencari, memilih dan meninggalkan berjuta perih pada banyak hati.”
“Ia penipu, tersenyum palsu, dalam hati tak begitu”.
Aku membela, “andai diri bisa dibagi”.
“Tapi tak ada yang seperti kamu”, katanya.
Dan aku semakin terluka.




Oktober 29, 2008 pukul 4:10 am |
hoho, itukah penadapat anda tentang wanita?
kalo menurut saia, wanita adalah “sebuah tulang rusuk” yang hilang dari seorang pria. Dan tiap pria wajib mencari “tulang rusuk” yang hilang itu guna menyempurnakan hidupnya.