Oktober 27, 2008
Dia berkata lagi,
“Anggaplah kamu adalah cinta, dan cinta itu tak pernah salah”.
“Perempuan adalah cinta, lahir, hidup dan mati untuk cinta”.
“Namun engkau, mencintai untuk ditinggalkan. Angkuh, butuh dimengerti, tapi tak mau mengakui. Ingin dipilih dan juga ingin memilih”
Tapi aku tak setuju,
“Karna cinta adalah ilusi. Ia adalah bintang. Telah mati. Hanya tinggal cahaya, yang perlu berjuta tahun untuk sampai ke bumi”.
& Komentar |
cuap-cuap, puitiz |
Permalink
Ditulis oleh .:bunda:.
Oktober 27, 2008
Katanya,
“Wanita adalah racun dunia”.
“Oh, tidak-tidak”, ralatnya. “Wanita seperti rokok, madu awalnya, racun setelahnya”.
“Ia gemar menyakiti, tebar pesona sana-sini, terus mencari, memilih dan meninggalkan berjuta perih pada banyak hati.”
“Ia penipu, tersenyum palsu, dalam hati tak begitu”.
Aku membela, “andai diri bisa dibagi”.
“Tapi tak ada yang seperti kamu”, katanya.
Dan aku semakin terluka.
1 Komentar |
cuap-cuap, puitiz |
Permalink
Ditulis oleh .:bunda:.
Oktober 27, 2008
Saya baru saja nonton serial Korea, yang pernah juga diputar di Indosiar, judulnya 18 vs 29. Ceritanya mengingatkan saya pada serial Korea lain yang berjudul Fullhouse. Tapi disini yang ingin saya tulis bukan mengenai jalan cerita film-film tersebut, melainkan kebiasaan atau budaya yang ada di dalam film tersebut.
Satu hal yang paling saya perhatikan adalah budaya menyikat gigi sebelum tidur. Bukan sekali atau dua kali, tapi ada banyak adegan menyikat gigi. Sepele mungkin, bahkan terlihat biasa saking seringnya. Tapi yang luar biasa adalah efeknya. Mengajarkan kebiasaan yang sangat baik kepada penonton.
Selain itu ada budaya yang sangat saya sukai, yaitu walau di film tersebut tokoh utamanya adalah artis, yang notabene kaya raya, tetap saja istri dan suami yang mengerjakan urusan rumah tangga. Pagi-pagi makanan sudah terhidang. Mencuci dan membersihkan rumah, dilakukan istri atau suami.
Terlepas dari biaya pembantu di Korea yang -mungkin- mahal, bandingkan dengan sinetron Indonesia, kaya dikit langsung pake pembantu, perintah sana perintah sini. Belum pembantunya jahat, atau majikannya yang kejam.
Satu lagi film yang saya tonton adalah Beautiful. Masih dari Korea juga, tapi berupa cerita lepas. Menceritakan tentang seorang wanita cantik, dan bagaimana kecantikannya tersebut pada akhirnya malah menjadi bumerang baginya. Selesai menonton cerita tesebut saya tak henti-hentinya bersyukur tidak terlahir cantik rupawan seperti artis-artis ibukota.
Pesan moral dan budaya yang ditampilkan film-film tersebut ditampilkan dengan sederhana, tetapi terasa sangat mengena.
Butuh komitmen yang kuat, butuh otak yang tidak melulu berpikir tentang rating dan keuntungan, butuh niat yang luar biasa untuk membuat film yang dapat memberi pelajaran -bukan sekedar hiburan.
Harus optimis bahwa sineas muda Indonesia akan mampu menghasilkan film-film yang luar biasa!
& Komentar |
cuap-cuap, nonton yukz |
Permalink
Ditulis oleh .:bunda:.
Oktober 20, 2008
Satu lagu
Sebaris lirik
“I Just Wanna Say I Love You”
Melly Goeslow dan POTRET emang kagak ada matinya!!!!
Dan kalo didengerin ya, emang pas banget! Sesuai artinya, saya hanya ingin bilang kalo saya sayang sama kamu. Dah! Cukup, itu aja, ga lebih-lebih pake embel-embel ini atau itu.
Kereeeen abiizzzzzzzz! Salute!
& Komentar |
just another days, muzik |
Permalink
Ditulis oleh .:bunda:.