Tips Mengelola Keuangan

Anda selalu dipusingkan masalah keuangan? Dalam hal ini Anda merasa tidak bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran Anda dengan baik dan Anda ingin terbebas dari kondisi tersebut?

Saya bukan ahli keuangan, semua yang akan saya tulis disini berdasarkan apa yang pernah baca dan saya alami.

Langkah pertama,
Jika Anda sudah benar-benar yakin untuk keluar dari masalah keuangan Anda, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencatat. Yak, mencatat! Lebih tepatnya mendata kondisi keuangan Anda saat ini.

Lalu, apa saja yang perlu Anda catat?
Bagian 1, pengeluaran:
1. Hutang-hutang
2. Tagihan-tagihan yang harus segera dilunasi
Catat berapa jumlahnya, dan prioritaskan mana yang paling dulu harus dilunasi

Bagian 2, pemasukan:
1. Piutang, bila ada
2. Pemasukan pasti per bulan (gaji)
3. Pemasukan tidak pasti

Sekarang Anda sudah mengetahui kondisi keuangan Anda.

Langkah kedua,
Bayar semua hutang Anda dan jangan menunggak tagihan. Jika Anda tidak bisa melunasinya dengan cash, maka cicillah. Apabila memang diperlukan beberapa bulan untuk melunasinya, maka biarkan selama beberapa bulan itu hidup Anda ‘irit cenderung pelit’ untuk sementara. Contoh, Anda punya gaji 1jt/bulan. Sisakan 100rb untuk ditabung, 700rb untuk hidup sehari-hari, dan sisanya untuk melunasi hutang-hutang Anda. Jika memang terpaksa, porsi untuk membayar hutang diperbanyak dulu untuk sementara.

Langkah ketiga,
Seharusnya Anda merasa sangat senang jika masuk tahap ini. Kenapa? Karena sekarang beban hutang Anda sudah lepas. Yakinlah, mulai sekarang Anda akan bisa merencanakan keuangan Anda dengan lebih baik. Mulai tahap ini Anda bisa membagi gaji Anda per bulan. Saya kurang tahu ilmu ekonominya, tapi kalau saya pribadi yang pertama saya lakukan ketika menerima gaji adalah:
1. Menyisihkan untuk tagihan bulanan, listrik, telepon, dan iuran perumahan. Uang ini tidak bisa diganggu gugat, dan langsung dibayarkan.
2. Sisanya dibagi 3, porsi terbesar dari sisa, sekitar 70% untuk biaya hidup sebulan, 20% untuk ditabung, dan sisanya untuk “bersenang-senang”, bisa untuk menonton, membeli buku, ke salon. Tentu pengeluaran untuk “bersenang-senang” ini tidak melulu akan dipakai tiap bulan, maka jika tidak terpakai bisa untuk jatah “bersenang-senang” bulan berikutnya atau ditambahkan ke porsi tabungan.
Dengan kata lain, Anda punya 2 jenis tabungan (kalau saya, saya menyimpannya dalam 2 rekening)
1. Tabungan yang bisa diganggu gugat, isinya uang tagihan,uang sehari-hari,dan uang untuk bersenang-senang.
2. Tabungan yang tidak bisa diganggu gugat.

Untuk ke depan, jika kelak saya sudah berumah tangga atau setidaknya saat sudah mempunyai penghasilan yang lebih besar, idealnya saya memiliki 3 jenis simpanan:
1. Untuk hari-hari, sama dengan poin 1 bagian sebelumnya (tabungan yang bisa diganggu gugat)
2. Tabungan untuk hal-hal mendadak, hanya boleh diambil pada saat mendesak, misalnya ketika ada anggota keluarga yang masuk rumah sakit, dll.
3. Tabungan jangka panjang, yang tidak bisa diganggu gugat. Mungkin untuk membeli rumah, kendaraan, atau untuk dana kuliah anak kelak.

Perlu dicatat, hal-hal diatas baru bisa tercapai dengan beberapa kondisi :
1. Anda harus memiliki pemasukan yang PASTI per bulan.
2. Anda harus melatih diri untuk memilah mana yang benar-benar Anda butuhkan atau sekedar Anda inginkan
3. JANGAN PERNAH menunda untuk membayar tagihan dan hutang

Komentar bertahan »

.:bunda:.

Menurut Anda, diantara beberapa profesi berikut, manakah yang paling butuh persiapan?
Pengacara.
Dokter.
Ilmuwan.
Politikus.
Pengusaha.


Ibu.

Ibu??? yap Ibu!

Bagi saya, profesi yang paling berat dan butuh persiapan matang adalah seorang Ibu. Seorang wanita, dipersiapkan sedari kecil, dan akan terus ber’sekolah’ seumur hidupnya untuk menjadi seorang Ibu. Semua yang ia lihat, ia pelajari, akan ia berikan pada anak-anaknya kelak. Ia akan menjadi karyawan sukarela seumur hidup.

Dulu saya selalu bertanya pada diri sendiri, kenapa saya begitu antusias untuk bisa menguasai banyak hal. Berenang, menjahit, menyulam, bikin kue, les bahasa ini dan itu, dapat mengendarai sepeda-motor-mobil, bahkan instalasi listrik, dll. Atau kenapa saya begitu antusias memperbanyak pengalaman, rafting, caving, naik-turun gunung, pergi ke tempat baru(dengan atau tanpa teman), dan tidak pernah berhenti memiliki impian-impian.

Mengapa?? Saya selalu bertanya. Apakah kelak saya akan punya profesi yang butuh semua kemampuan ini?? Karena saya termasuk orang yang percaya bahwa ilmu atau pengalaman itu tidak akan pernah sia-sia, entah sekarang atau nanti, pasti akan ada manfaatnya. Dan akhir-akhir ini tiba-tiba terpikir, ya, inilah maknanya.

Maka itu, menurut saya, menjadi seorang perempuan, haruslah menimba ilmu sebanyak-banyaknya.

Bagaimana akan melarang anak kebut-kebutan, padahal Ibunya ga bisa naik motor, dan ga tau asyiknya mengendarai kendaraan dalam kecepatan tinggi??
Bagaimana melarang anak naik gunung, padahal Ibunya selangkah pun tidak pernah menginjakkan kakinya di gunung manapun? Atau minimal Ibu tau dengan mencari, membaca dan bertanya.
Bagaimana mengarahkan anak untuk tidak memakai narkoba, jika sang Ibu sendiri tidak pernah aktif mencari tau apa bahayanya narkoba.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, akan ada pendekatan dan ilmunya, tentunya sesuai dengan taraf ilmu dan dedikasi Si orang tua pula. Menjadi orang tua, kita akan menjadi tim penilai. Menganalisa kira-kira anak kita akan mampu ikut kegiatan ini atau tidak, baikkah berteman dengan orang ini atau tidak. Memberi penilaian yang objektif. Dan apapun hasil penilaian itu, agar jangan sampai merugikan Sang Anak sendiri.

Seorang Ibu harus canggih, bisa pake google, atau rajin baca koranlah minimal. Seorang Ibu harus pintar. Jika bisa memiliki Ibu yang bisa mencapai doktor, kenapa tidak mungkin anaknya akan terpacu juga.

Dan menurut saya, orang tua haruslah kaya, atau setidaknya membiarkan uang bekerja untuk mereka (bukan mereka menjadi budak uang), agar dapat membiayai kehidupan, termasuk didalamnya pendidikan anak setinggi mungkin. Tentu, bukan tidak mungkin agar dapat membaktikan uangnya dalam kegiatan sosial. Berbagi dengan sesama.

Kenapa dari tadi saya tidak menyebut-nyebut ‘profesi’ istri?
Karena kita wanita, adalah Ibu bagi siapapun, bukan hanya anak-anak kandung kita. Kita ikut bertanggung jawab untuk memberi pendidikan dan contoh teladan yang baik bagi setiap orang. Sedangkan istri, tentu kita tidak bisa menjadi ‘istri bagi semua orang’ kan? :)

Menjadi Ibu, tidak akan pernah mudah. Ia akan menjadi guru dan teman selama 24 jam non stop. Sekali kita lengah dan salah mengarahkan, anak-anak akan jatuh terperosok.
Menjadi Ibu, adalah tanggung jawab seumur hidup. Tidak akan ada kata “saya lelah menjadi Ibu, mengurusi ini dan itu, saya mau libur dulu”.
Menjadi Ibu, adalah salah satu bagian dari madrasah seumur hidup, yaitu kehidupan itu sendiri. Profesi yang mulia ini janganlah dijadikan profesi sampingan, dimana porsinya sebagian besar digantikan oleh baby sitter atau pembantu.
dan satu lagi, menjadi Ibu, adalah karunia terbesar yang dianugrahkan Allah kepada seluruh perempuan di muka bumi ini, maka hargailah itu.

Komentar (13) »

Are you a smartworker??

Artikel ini saya temukan di majalah Chic edisi tanggal 28Feb-13Mar 2007.
Isinya bagus, setidaknya untuk saya :) Makanya saya mau share disini.

Hardworker
ciri-cirinya :
- menyelesaikan pekerjaan dengan waktu lebih dari 45 jam dalam seminggu
- mengerjakan tugas satu per satu
- mendahulukan tugas yang lebih mudah atau yang dianggap penting
- kurang memanfaatkan teknologi dalam bekerja
- tidak efisien dalam manajemen waktu

Smartworker
ciri-cirinya :
- membutuhkan waktu kurang dari 40 jam
- mengerjakan tugas secara multitasking
- dapat membedakan mana tugas yang urgent dan important
- sangat memanfaatkan teknologi
- sangat efisien dalam menggunakan waktu

Which one are you??

Lalu, strategi apa saja untuk menjadi seorang smartworker??

    Fokus! Kurangi hal-hal yang mengganggu perhatian.
    Contohnya jauhkan majalah, tutup plurk dan facebook :) , pasang icon busy di status chat Anda.
    Hindari menunda pekerjaan, dan lakukan secara multitasking.
    Yak, mungkin terdengar aneh, tapi mengerjakan tugas secara bersama-sama justru akan membuat pekerjaan itu lebih cepat selesai.
    Gunakan teknologi secara bijak. Pakai mesin pencari untuk mempermudah pekerjaan. Gunakan Internet seperlunya untuk mempercepat selesainya tugas-tugas.

Tambahan:

    Buat target hari ini. Buat perencanaan/agenda apa-apa saja yang ingin Anda kerjakan hari ini.
    Kondisikan waktu Anda. Jika punya jam kerja 8 jam. Pastikan 1 jam untuk browsing(plurk/facebook), 1 jam istirahat, dan sisannya untuk bekerja. Selain slot waktu yang telah ditetapkan, hindari melakukan hal yang bukan dalam slot waktu tersebut.

Perlu diingat, semakin banyak waktu untuk mengerjakan satu tugas, itu berarti Anda semakin tidak efisien dalam manajemen waktu Anda. Cobalah mengurangi jam kerja dengan bekerja lebih efisien dan menyusun strategi yang matang.

Hmm… patut dicoba nih ^-^

Komentar (5) »

Priceless

Sejak setahun yang lalu mulai jarang dapet kiriman bulanan dari orang tua, dan sejak saya bekerja, saya menjelma menjadi orang yang irit banget. Irit yang terkadang menjurus ke arah pelit.

Duh!

Dulu, saya ingat sekali saya bisa beli tas seharga 500rb kayak beli majalah. Ato pake ransel, ke bandara, beli tiket pesawat, trus nyampe deh Jakarta..
*Tuhaaaan, masa-masa jahiliyah itu*

Sekarang??
Saya ga mau nonton bioskop kalo ga dibayarin.
Saya sedapat mungkin tidak lagi membeli hal-hal yang ternyata ga penting-penting banget.
Saya sudah amat sangat mengurangi jalan-jalan keluar kota *hemat ongkos booow*
Kalopun pergi, selalu cari tiket paliiiing murah, bila perlu naik ekonomi.
Servis motor dari sebulan sekali jadi 3 bulan sekali
Minta kirimin pulsa hp sama ortu tiap bulan (haha..)
Dah jaraaaaaaaaaaaaaang banget beli buku T_T
Spa?? kayak pernah denger..
dll…

Baru-baru ini saya ditemani seorang teman saya membeli jaket+baju seharga 75 ribu, dan saya begitu menyesal. Sepanjang jalan pulang tak henti-hentinya saya menyesali kenapa saya ga nawar lebih murah, kenapa saya terlalu menginginkan barang itu.

Sampai dirumah, saya coba baju-baju yang barusan saya beli. Saat melihat cermin, saya berhenti sejenak, berpikir, kenapa saya jadi orang ga ikhlas banget… Subhanallah, walaupun murah, they looks good on me!!!

Tiba-tiba jadi teringat iklan Mastercard..(iya kan, iklan mastercard kan?)
Beli jaket dan baju, 75 ribu…
Tapi kegembiraan mendapat baju-baju bagus dengan harga murah, … priceless… ^^

Beberapa waktu lagi saya juga merencanakan akan pulang ke Palembang. Naik pesawat -tentu- adalah opsi terakhir. Rencananya saya akan estafet naik kereta api-bis-kapal-angkot-kereta api lagi.. Lumayan bisa hemat sampai 100rb-an.. Dibanding naik pesawat bisa sampai 500rb lebih dari Jogja, atau naik bis 350rb selama 32 jam..

Kemarin-kemarin saya akan berpikir, “ah, ngapain pulang, ongkosnya mahal, dijalan aja 1,5 hari”
Tapi sekarang saya mau bilang, “Ketemu keluarga yang sudah hampir 3 tahun ga ketemu (dan puas-puasin makan pempek yang banyaaaak dan enaaaak),… priceless..” :)

Spending thousands rupiahs every month for house electricity etc,
but find a heaven when I come back to my small house every day … priceless…;)

Komentar (6) »

Fenomena Plurk

Morning, plurker!
*joget pisang*
Yaah, karmaku turun… :(

Beberapa istilah di atas mungkin biasaaaa banget kita dapat dari plurk.

Beberapa waktu terakhir ini demam plurk sepertinya sedang merajalela.
Hampir sama seperti facebook, bagi mereka yang keranjingan plurk, jendela/tab yang hampir pasti tidak pernah di close adalah halaman web plurk (dan facebook).

Sebenernya kenapa sih?kenapa sih?kenapa sih?

Setelah saya telaah lebih lanjut,
ternyata plurk dapat mengakomodasi beberapa kebutuhan paling mendasar dari manusia.

Apakah itu?
Kebutuhan untuk berbicara, ngobrol. Dalam arti lain adalah kebutuhan untuk bersosialisasi. Kita ini pada dasarnya senang berkomunikasi, mengeluarkan uneg-uneg kita pada orang lain. Atau sekedar mengeluarkan apa yang terlintas dalam pikiran.

Hal ini berkaitan dengan kebutuhan kedua, yaitu kebutuhan untuk ditanggapi, diperhatikan. Respon di plurk datang jauh lebih cepat ketimbang di blog. Terkadang ini menimbulkan ‘penyakit’ baru. Sejak plurk memberi fasilitas sound (dan tidak kita matikan), terkadang bunyi *ting* tanda ada update atau response baru terdengar begitu menggoda. Apapun pekerjaan yang dilakukan, diusahakan singgah sejenak melihat halaman plurk. Bahkan tanpa bunyi itu pun, tetap saja sebentar-sebentar ngecek plurk.

ckckckc… pantas saja di beberapa negara Facebook diblok. Saya belum dengar untuk plurk.

Semakin kesini sepertinya manusia semakin keranjingan untuk ‘stay connected‘. Dari ketemu langsung, telpon, sms, sampai Internet. Bukankah ini sebuah fenomena? Dimana bumi rasa-rasanya tidak lagi sebesar dulu… Impressive!!!

Komentar (3) »

Facebook Quizes

Am I angel?

Am I angel?

Iseng-iseng ga ada kerjaan, ikutan kuis di facebook..
: Tujuan kuis/ keterangan
.: Result
:: Komentar saya

  • What Harry Potter character are you?

: mengetahui tokoh dalam film Harry Potter yang karakternya paling mirip saya
.:Hermione Granger
::Ahahaha, dah cantik, pinter pula,, saya banget!!!:D *joget pisang*

Mau tahu yang lain??

Komentar (8) »

Lirik : Tentang Kamu

Ku tak bisa menebak
Ku tak bisa membaca
Tentang kamu
Tentang kamu

Kau buatku bertanya
Slalu dalam hatiku
Tentang kamu
Tentang kamu

Bagaimana
bila akhirnya ku cinta kau
dari kekuranganmu hingga lebihmu

Bagaimana
bila semua benar terjadi
Mungkin inilah yang terindah

Begitu banyak bintang
Seperti pertanyaanku
Tentang kamu
Tentang kamu

Saya baru nemu tulisan ini di draft, ternyata belum sempat dipublish:(

Lagu yg dibawain oleh BCL ini mungkin udah lama, tapi dari pertama denger kok rasanya dah kenaaa banget di hati. Lirik yang kalo ga salah dibuat oleh Dewiq ini buat saya dalem banget.
Karna sebagai cewek, saya sering berada dalam posisi menunggu dan bertanya-tanya. Mau nanya duluan ga berani. Ujungnya jadi kisah yang tak pernah dimulai.
Lagunya bagus, liriknya kena, saya suka banget!

Komentar bertahan »

Cinta Pertama

Cuit cuit… tumben-tumbenan, ga pernah-pernah Winda ngomongin cinta pertama… Tiba-tiba jadi pengen aja, gara-gara kemaren dapet sms dari ’seseorang di masa lalu’…

Hayooo, masih ga inget cinta pertama kamu siapa??

Kalo saya, huhuhu, kayaknya pas umur 4 tahun dah mulai naksir-naksir tetangga, trus pas kelas 1 SD juga dah mulai naksir temen sekelas yang ganteng. Plis dong, saya kelas 1 SD umur 5 tahun gitu! Dah naksir cowok! Duh mama, maafkan anakmu ini yang kecil-kecil dah ganjen T_T. Tapi itu kan cuma naksir-naksir doang, biasaaaa anak kecil…hehe

So, first love…
Siapakah dia??? cieh cieh…

Seseorang yang :
- bikin selalu semangat dan rajin ke sekolah…
- pas naik kelas ato naik jenjang selalu pengen tetap satu kelas dan satu sekolah
- suaranya terdengar indaaaaaaaaaah bgt kalo pas di telpon
- surat-surat cintanya ampe lecek dibaca ratusan kali dan selalu dibawa kemanapun pergi*
- bikin jeles dan sakit hati kalo dia deket ma ce laen*
- sering punya pikiran serupa -telepati-, entah karena saking dekatnya
- dll

8 tahun jatuh cinta pada orang yang sama, hanya untuk ditinggalkan dengan kata-kata “Winda sayang, perasaanku dah berubah, mungkin karena waktu yang terus berjalan..”

Dasar pria! Memang menyebalkan!

Ah, semoga aja dia ga pernah baca posting ini.. hehe…

Tentu, semua orang pernah punya kisah masing-masing, bahkan bagi seorang yang ga pernah menganggap cinta itu penting sekalipun.. Saya ga bilang cinta pertama saya tak indah atau menyakitkan, karena bagi saya, dia pernah ada, tetap ada, dan akan selalu ada… ^.^

Kangeeeeen….

(*) bahkan sampai sekarang –> tidak untuk ditiru : desperate ex-love %&^@#$@%&

Komentar (6) »

Wanita(2)

Dia berkata lagi,
“Anggaplah kamu adalah cinta, dan cinta itu tak pernah salah”.
“Perempuan adalah cinta, lahir, hidup dan mati untuk cinta”.
“Namun engkau, mencintai untuk ditinggalkan. Angkuh, butuh dimengerti, tapi tak mau mengakui. Ingin dipilih dan juga ingin memilih”

Tapi aku tak setuju,

“Karna cinta adalah ilusi. Ia adalah bintang. Telah mati. Hanya tinggal cahaya, yang perlu berjuta tahun untuk sampai ke bumi”.

Komentar (9) »

Wanita

Katanya,
“Wanita adalah racun dunia”.
“Oh, tidak-tidak”, ralatnya. “Wanita seperti rokok, madu awalnya, racun setelahnya”.
“Ia gemar menyakiti, tebar pesona sana-sini, terus mencari, memilih dan meninggalkan berjuta perih pada banyak hati.”
“Ia penipu, tersenyum palsu, dalam hati tak begitu”.

Aku membela, “andai diri bisa dibagi”.

“Tapi tak ada yang seperti kamu”, katanya.

Dan aku semakin terluka.

Komentar (1) »